Swiss Gandakan Keunggulan Atas Aljazair di Piala Dunia 2026
Tim nasional Swiss memperbesar keunggulan menjadi 2-0 atas Aljazair pada babak kedua pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Vancouver, Jumat (3/7/2026) pagi WIB. Gol kilat Dan Ndoye melengkapi keunggulan awal yang dibuka oleh Breel Embolo. Gol kedua skuad asuhan Murat Yakin tercipta tepat saat paruh kedua baru saja dimulai melalui sepakan Dan Ndoye.
Sebelumnya, penyerang Breel Embolo sudah membuka keunggulan La Nati pada menit kesembilan babak pertama setelah memanfaatkan peluang di lini depan. Berdasarkan data pertandingan dari DataFactory, Aljazair sebenarnya memberikan perlawanan agresif meski tertinggal dua gol. Skuad asuhan Vladimir Petkovic unggul dalam efektivitas serangan dengan melepaskan empat tembakan ke gawang, berbanding terbalik dengan Swiss yang hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran.
Selain itu, Aljazair juga mendominasi aliran bola dengan melepaskan 293 operan akurat dan hanya melakukan 43 kesalahan operan. Sementara itu, Granit Xhaka dan kawan-kawan mencatatkan 251 operan sukses dengan 47 kali salah operan sepanjang laga berlangsung.
| Statistik | Swiss | Aljazair |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 52% | 48% |
| Tembakan ke Gawang | 1 | 4 |
| Pelanggaran | 5 | 8 |
| Operan Sukses | 251 | 293 |
| Operan Salah | 47 | 43 |
| Pemulihan Bola | 2 | 4 |
| Kartu Kuning | 0 | 1 |
| Tendangan Bebas | 1 | 0 |
Dalam laga yang dipimpin wasit Yael Falcón Pérez ini, Swiss menerapkan formasi 4-5-1 dengan Gregor Kobel di bawah mistar. Lini belakang dikawal Denis Zakaria, Nico Elvedi, Manuel Akanji, dan Ricardo Rodriguez, sedangkan sektor tengah diisi Remo Freuler, Granit Xhaka, Dan Ndoye, Johan Manzambi, serta Ruben Vargas untuk menyuplai Breel Embolo.
Di sisi lain, Aljazair mengimbangi dengan strategi serupa 4-5-1 yang menempatkan penjaga gawang Luca Zidane sebagai pilar terakhir. Sektor pertahanan ditempati Rafik Belghali, Aissa Mandi, Ramy Bensebaini, dan Rayan Ait Nouri, sementara Houssem Aouar, Nabil Bentaleb, Riyad Mahrez, Ramiz Zerrouki, serta Fares Chaibi bertugas mendukung penyerang tunggal Ibrahim Maza.