Iga Swiatek Tembus Perempat Final Cincinnati Open 2026 Usai Tekuk Parry

Share

Petenis putri unggulan ketujuh, Iga Swiatek, memastikan langkah ke babak perempat final turnamen WTA 1000 Cincinnati Open usai menundukkan wakil Prancis, Diane Parry, dua set langsung 6-3, 6-3 pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Kemenangan tersebut membawa Swiatek mengamankan tiket perempat final ke-30 dari 48 turnamen level WTA 1000 yang pernah diikutinya. Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun petenis asal Polandia itu menjadi sembilan laga.

Meskipun menorehkan catatan statistik yang impresif sepanjang kariernya, sang juara bertahan mengaku lebih memilih untuk mengabaikan angka-angka tersebut selama turnamen masih berlangsung.

"Sangat menyenangkan mendengar hal itu," kata Iga Swiatek, petenis putri Polandia.

Swiatek menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menjaga konsentrasi pada setiap pertandingan yang dihadapi tanpa terbeban rekor pribadi.

"Biasanya setelah turnamen saya suka melihat angka-angka itu sedikit, tetapi selama turnamen saya hanya fokus pada pertandingan berikutnya — tidak masalah apakah itu perempat final atau babak kedua, saya memperlakukan setiap pertandingan dengan cara yang sama. Tapi saya tahu Wikipedia saya bakal terlihat bagus! Kuncinya adalah fokus untuk hadir sepenuhnya, dan begitulah cara Anda bisa mencapai angka-angka tersebut," kata Iga Swiatek, petenis putri Polandia.

Jalannya pertandingan sempat diwarnai tekanan dari Parry yang memanfaatkan pukulan slice untuk mengganggu ritme permainan Swiatek, terutama di awal dan akhir set. Namun, Swiatek berhasil bangkit dari momentum tersebut untuk mengunci kemenangan pada match point keempat.

"Saya pikir bagaimana saya menyesuaikan diri dengan pukulan-pukulan slice itu dan bagaimana saya mengembalikannya," kata Iga Swiatek, petenis putri Polandia.

Ia juga menambahkan pertimbangan teknis mengenai variasi pukulan yang dilancarkan lawannya sepanjang laga.

"Tidak banyak situasi di mana saya merasa kehilangan ritme saat menghadapinya, yang mana itu tidak mudah karena dia memiliki slice yang bagus. Dia sering menggunakannya," kata Iga Swiatek, petenis putri Polandia.

Gaya permainan variatif yang ditunjukkan Parry membuat Swiatek teringat pada mantan petenis nomor satu dunia asal Australia, Ashleigh Barty.

"Jujur saja, ya. Terkadang ketika saya bermain menyusur garis, dia mematikan saya dengan forehand," kata Iga Swiatek, petenis putri Polandia.

Pengalaman menghadapi tipe permainan serupa di masa lalu diakuinya memberikan rasa percaya diri tambahan untuk mengendalikan jalannya laga.

"Saya merasa 'Ya Tuhan, itu persis seperti apa yang [pernah saya rasakan sebelumnya]. Di sisi lain, saya sedang bersiap untuk Ash saat itu dan itu memberi saya semacam rasa percaya diri," kata Iga Swiatek, petenis putri Polandia.

Pada babak perempat final, Swiatek dijadwalkan menghadapi unggulan kedua Elena Rybakina. Rybakina melangkah ke delapan besar setelah mengalahkan unggulan ke-14 Diana Shnaider dengan skor 6-4, 6-4 melalui torehan delapan as dan menyelamatkan seluruh dari tujuh titik break point.

Rybakina menilai performa servisnya menjadi kunci utama yang membantunya keluar dari tekanan pada pertandingan babak 16 besar tersebut.

"Saya pikir servis saya bekerja dan cukup membantu saya di pertandingan ini karena saya tidak memulai dengan terlalu baik, dan saya merasa servis yang menyelesaikan tugasnya," kata Elena Rybakina, petenis putri Kazakhstan.

Ia merinci kombinasi teknik yang membuatnya mampu mempertahankan keunggulan atas Shnaider.

"Secara keseluruhan — lemparan bola, dorongan kaki, rotasi — semuanya menyatu," kata Elena Rybakina, petenis putri Kazakhstan.

Pertemuan mendatang menjadi laga ulang final Toronto 2026 serta semifinal Cincinnati tahun lalu, yang keduanya dimenangkan oleh Swiatek. Rybakina mengaku kondisi fisiknya jauh lebih siap menghadapi laga ini.

"Sulit untuk mengatakan bahwa saya jauh lebih segar, tetapi kita akan lihat bagaimana kelanjutannya besok," kata Elena Rybakina, petenis putri Kazakhstan.

Rybakina menyebut waktu istirahat yang cukup menjadi modal utamanya untuk melakoni laga perebutan tiket semifinal.

"Saya mendapat tidur yang nyenyak dalam dua malam terakhir karena setelah Kanada itu sangat berat secara langsung. Kita lihat saja besok," kata Elena Rybakina, petenis putri Kazakhstan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author