Timnas Swedia Bersiap Hadapi Prancis pada Babak 32 Besar
Tim nasional sepak bola Swedia tengah bersiap menghadapi tim unggulan Prancis dalam laga babak 32 besar Piala Dunia pada Selasa, 30 Juni 2026, di Stadion MetLife, New York, setelah berhasil lolos dari fase grup. Persiapan tersebut diwarnai oleh video viral Maja Nilsson Lindelof, istri kapten Swedia Victor Lindelof, yang terjatuh dari banteng mekanis saat mengunjungi Cowboys Red River di Dallas ketika Swedia bertanding di Texas Utara. "She sent it to me," kata kapten Swedia Victor Lindelof, Senin, menjelang pertandingan babak 32 besar timnya melawan juara dua kali Prancis di Piala Dunia.
Pemain Aston Villa tersebut menganggap rekaman berdurasi 59 detik dari pendiri merek fesyen Lis Bonne Atelier itu sebagai tayangan yang menghibur dan menantang.
"It was a fun video and it would be fun to try it out, as well," ujar Victor Lindelof. Meskipun sang istri terjatuh ke matras, Victor Lindelof menyatakan ketertarikannya untuk mencoba tantangan menunggangi banteng mekanis tersebut di lain waktu.
"It looked difficult, but I’m up for the challenge," tutur Victor Lindelof. Swedia berhasil mengamankan tiket fase gugur setelah mengalahkan Tunisia 5-1, kalah dari Belanda 5-1, dan bermain imbang 1-1 melawan Jepang.
Prancis sendiri menjadi tantangan berat bagi Swedia karena skuad Les Bleus berhasil memuncaki grup mereka dengan menyapu bersih tiga kemenangan. "We have to play the game of our lives, clearly, and the boys are in a really good place, I think, to be able to do that," kata pelatih Swedia Graham Potter. Graham Potter juga memberikan pujian khusus terhadap kepemimpinan Victor Lindelof yang digeser menjadi gelandang bertahan saat menghadapi Jepang setelah kekalahan telak dari Belanda.
"It’s not easy to deal with a 5-1 defeat in a tournament. It can destabilize a lot of teams," ucap Graham Potter.
Menurut Graham Potter, karakter dan budaya internal tim yang kuat membuat Swedia mampu bangkit dan meraih poin krusial yang mereka butuhkan. "So the fact that we had the strength and the ability to get the point we needed against Japan and perform in the manner we did says a lot about the environment and the culture of the team. I think that’s a lot to do with Victor’s leadership.
So I’ve been super-impressed with that since I’ve been in the team," tambah Graham Potter. Di sisi lain, Victor Lindelof merasa gembira karena anak dan istrinya bisa hadir langsung di New York untuk mendukungnya di Stadion MetLife setelah sebelumnya mengunjungi Times Square.
"I’ve been looking forward to having this opportunity and we were able to resolve it in the end so that they’re here in New York," jelas Victor Lindelof melalui seorang penerjemah.
Mengenai peran barunya di posisi gelandang, Victor Lindelof mengaku sempat mengalami kram kaki pada menit ke-87 saat melawan Jepang karena intensitas pergerakan yang berbeda. "It's a huge difference between playing in the midfield versus playing in defense. You have to be moving constantly," ungkap Victor Lindelof.
Pemain yang akan menginjak usia 32 tahun pada bulan depan ini meragukan stamina fisiknya jika harus bermain penuh di lini tengah. "I don’t think I can handle 90 minutes in the midfield. I don’t t know if I’ve got the legs for that anymore but it’s fun to play there. Let's see if I can handle 90 minutes of that," pungkas Victor Lindelof.
Kondisi skuad Swedia dipastikan pincang di lini belakang setelah bek Isak Hien dikonfirmasi absen akibat cedera hamstring yang dideritanya sejak menit ke-37 saat melawan Jepang Kamis lalu.