Suporter Cruz Azul Kritik Mosaik Koreografi di Estadio Banorte

Share

Aksi mosaik dan koreografi kelompok suporter La Sangre Azul memicu gelombang kritik dari pendukung Cruz Azul di Estadio Banorte. Aksi sambutan gelar Campeón de Campeones 2025-2026 sebelum laga melawan Atlante tersebut dinilai gagal dan tidak berkonsep jelas. Pengibaran kertas selofan biru-putih dan spanduk bergambar lokomotif dari kelompok pendukung tersebut tampil minim skala di tengah padatnya stadion.

Tulisan kata "campeón" serta bom asap yang disiapkan pun dinilai kurang menonjol di area tribun umum. Kekecewaan suporter ramai disuarakan di media sosial mengingat La Sangre Azul biasanya konsisten menampilkan aksi mosaik menarik. Di sisi lain, suasana tribun tetap riuh saat memberikan sorakan penghormatan untuk jajaran tim, terutama sang pelatih Joel Huiqui.

Ketegangan justru memuncak ketika pengumuman susunan pemain Atlante dibacakan oleh pembawa acara stadion. Pelatih Atlante, Miguel Herrera, menjadi sasaran ejekan masif dari puluhan ribu pendukung yang memenuhi tribun.

Sikap penonton Cruz Azul dipicu oleh rekam jejak Miguel 'Piojo' Herrera pada masa lalu. Mantan pelatih América tersebut diingat sebagai sosok yang menggagalkan gelar Cruz Azul pada laga final Torneo Clausura 2013 lewat aksi adu penalti. Momen hangat baru tercipta ketika gelandang Carlos Rodríguez menerima penghargaan resmi dari pihak klub dan keluarga di lapangan. Pemain kunci Cruz Azul tersebut merayakan pencapaian tampil dalam 200 pertandingan bersama klub.

Penghargaan tersebut menegaskan peran vital Charly Rodríguez sejak bergabung pada Clausura 2022. Ia terus menjadi pilar utama lini tengah klub berjuluk La Máquina tersebut bersama gelandang Erik Lira.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: cruz azul Liga MX Sepak Bola
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author