Suporter Arsenal Padati London Utara Jelang Final Liga Champions

Share

Ribuan pendukung Arsenal memadati kawasan London Utara sejak Sabtu pagi, 30 Mei 2026, menjelang pertandingan final Liga Champions 2025/2026 melawan Paris Saint-Germain. Pertandingan akbar tersebut dijadwalkan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hongaria.

Para suporter dilaporkan bersedia mengantre di depan sejumlah pub favorit sejak subuh demi mendapatkan tempat menyaksikan laga bersejarah tersebut. Berdasarkan laporan dari media sosial yang dilansir dari Bola, antrean panjang terlihat di beberapa lokasi ikonis pendukung klub berjuluk The Gunners.

Kerumunan massa terpantau memenuhi area luar The Hercules di Holloway serta The Gunners Pub di Highbury sejak pagi hari. Sementara itu, antrean yang mengular hingga mengelilingi blok jalan juga dilaporkan terjadi di luar Clissold Park Tavern menjelang siang hari.

Momen krusial ini memicu berbagai reaksi emosional dari para pendukung Arsenal di media sosial yang mengekspresikan kombinasi rasa gembira, harapan, serta ketegangan.

"Ayooooo, saatnya kita bersinar," kata salah satu suporter melalui media sosial.

Unggulan pesan lain memperlihatkan perasaan emosional seorang penggemar yang mengaku kesulitan tidur karena besarnya arti pertandingan final ini bagi dirinya.

"Saya hanya tidur sekitar dua jam tadi malam karena pertandingan hari ini. Saya tidak gugup. Tapi, wow. Momen ini begitu besar sehingga sulit untuk benar-benar mencernanya," ujar penggemar lainnya.

Komentar tersebut kemudian memicu beragam respons dari sesama pengguna media sosial yang memahami beban emosional yang dirasakan menjelang laga penentu.

"Ini memang terasa berbeda ketika kamu sangat peduli. Semoga kamu bisa tetap fokus dan menikmati perjalanan ini," respons pengguna lain.

Di sisi lain, terdapat pula sebagian pendukung yang justru merasa tekanan pada kompetisi antarklub Eropa ini tidak seberat persaingan di kancah domestik.

"Tidur paling nyenyak dalam beberapa minggu dan bulan terakhir. Liga Inggris penuh tekanan. Liga Champions ini adalah sebuah privilese," tulis suporter yang merasa lebih tenang.

Kendati demikian, atmosfer penuh harap ini tidak luput dari sasaran sindiran dari para pengguna media sosial lain yang menantikan potensi kekalahan tim asal London tersebut.

"Ini akan menjadi sangat lucu di X kalau mereka kalah. Rasanya seperti malam Natal bagi para troll. Saya bahkan tidak bisa tidur," sindir salah seorang pengguna X.

Pertandingan ini menjadi final kedua bagi Arsenal setelah kekalahan dari Barcelona pada 2006. Arsenal yang datang dengan status juara Liga Inggris berambisi meraih trofi Liga Champions pertama mereka di bawah arahan Mikel Arteta.

Lawan mereka adalah Paris Saint-Germain (PSG), sang juara bertahan yang memiliki misi besar untuk mempertahankan mahkota kompetisi tertinggi di Eropa tersebut.

Pelatih PSG, Luis Enrique, menegaskan bahwa mempertahankan gelar juara secara berturut-turut merupakan sebuah motivasi yang luar biasa besar bagi skuadnya.

"Ya, itu adalah motivasi yang kuat. Tetapi mencoba memenangkan Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun adalah sesuatu yang lebih besar," ujar Luis Enrique, pelatih PSG.

Mantan pelatih Barcelona tersebut menambahkan bahwa timnya bertekad kuat untuk kembali menegaskan status sebagai salah satu kekuatan utama di sepak bola Eropa.

"Kami sudah tercatat dalam buku sejarah sebagai salah satu tim terbaik di dunia dan di Eropa, dan itulah yang ingin kami lakukan lagi besok. Masa depan PSG adalah memenangkan pertandingan besok dan membawa pulang satu trofi penting lagi. Itulah tujuan kami," lanjut Luis Enrique.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author