Superkomputer Opta Unggulkan Kroasia Menang Atas Panama di Piala Dunia

Share

Superkomputer Opta menjagokan tim nasional Kroasia meraih kemenangan saat menghadapi Panama dalam laga kedua penyisihan Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Toronto pada Rabu, 24 Juni 2026. Dilansir dari The Analyst, simulasi sebanyak 25.000 kali yang dilakukan superkomputer Opta memberikan peluang kemenangan sebesar 63 persen bagi Kroasia, sementara Panama hanya mendapatkan 14,9 persen peluang menang. Prediksi ini menjadi sorotan penting mengingat kedua tim sama-sama menelan kekalahan pada pertandingan pembuka grup yang berlangsung 17 Juni 2026, di mana Kroasia takluk 4-2 dari Inggris dan Panama kalah tipis 1-0 dari Ghana.

Meskipun Kroasia saat ini terpuruk di posisi juru kunci grup dan selalu kebobolan dalam lima laga terakhir, tim berjuluk Vatreni ini unggul dalam intensitas permainan lewat catatan 187 tekanan tinggi di wilayah lawan saat menghadapi Inggris.

Kapten tim Luka Modric dipastikan akan memimpin lini tengah Kroasia sekaligus menandai penampilannya yang ke-200 untuk tim nasional, didampingi oleh Martin Baturina dan Petar Musa yang masing-masing mencetak satu gol ke gawang Inggris. Di kubu lawan, pelatih Panama Thomas Christiansen harus memutar otak karena gelandang andalan Adalberto Carrasquilla dilaporkan masih mengalami cedera, sehingga ia kemungkinan akan memasukkan penyerang Ismael Diaz untuk menambah daya gedor lini depan.

Kendati kalah dari Ghana, Panama mencatatkan kemajuan penguasaan bola hingga 62 persen dan melepaskan 29 tekel, dengan bek Jose Cordoba mencatatkan rekor operan terbanyak untuk negaranya dalam sejarah turnamen yaitu sebanyak 101 operan. Pertandingan di Toronto ini juga mencatatkan sejarah baru bagi kedua negara karena berdasarkan data resmi, Kroasia dan Panama belum pernah bertemu sebelumnya dalam kompetisi resmi maupun laga persahabatan.

Evaluasi mendalam langsung dilakukan oleh kubu Kroasia setelah performa buruk lini belakang mereka saat mengantisipasi situasi bola mati ketika menghadapi Inggris. "We must be much, much better," tegas Zlatko Dalic, pelatih kepala Kroasia. Di sisi lain, kekalahan menyakitkan Panama dari Ghana di laga pertama grup diakibatkan oleh hilangnya fokus lini belakang pada masa perpanjangan waktu babak kedua yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh penyerang lawan.

"The result is painful, but that is because we deserved better," ujar Thomas Christiansen, manajer Panama.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author