Suku Bunga BI Rate Melonjak Imbas Pelemahan Kurs Rupiah
Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Rabu (20/5) guna memperkuat pertahanan mata uang rupiah. Langkah ini diambil setelah nilai tukar rupiah terus merosot hingga menyentuh level terendah berturut-turut sepanjang bulan ini.
Dilansir dari KONTAN.CO.ID, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat tipis sebesar Rp13 atau 0,07 persen ke posisi Rp17.667 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (21/5). Sehari sebelumnya, mata uang Garuda sempat menembus level Rp17.706 per dolar AS sebelum akhirnya berbalik menguat setelah jeda satu hari.
Kondisi serupa terjadi pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia yang mencatatkan penguatan sebesar Rp12 atau 0,07 persen. Berdasarkan data resmi, posisi kurs referensi tersebut berada di level Rp17.673 per dolar AS pada hari yang sama.
Pelemahan mata uang tidak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan melanda sejumlah negara di kawasan Asia. Won Korea tercatat melemah 0,45 persen, diikuti oleh baht Thailand sebesar 0,13 persen, dolar Singapura 0,06 persen, yen Jepang 0,04 persen, dan dolar Hong Kong yang turun tipis 0,001 persen.
Sebaliknya, beberapa mata uang Asia justru berhasil menguat terhadap dolar AS, dipimpin oleh rupee India sebesar 0,47 persen. Peso Filipina juga menguat 0,21 persen, ringgit Malaysia naik 0,18 persen, dolar Taiwan terangkat 0,16 persen, serta yuan China menguat 0,009 persen.
Fluktuasi ini dipengaruhi oleh pergerakan indeks dolar AS yang mencerminkan nilai greenback terhadap mata uang utama dunia dengan kenaikan 0,07 persen ke level 99,16 setelah sempat melemah 0,24 persen pada hari sebelumnya. Risalah rapat Federal Reserve mengindikasikan bahwa mayoritas pejabat The Fed memperingatkan peluang kenaikan suku bunga lanjutan jika inflasi terus berada di atas target 2 persen secara berturut-turut.