Suami Minta Hubungan Terbuka Demi Chatbot AI Nova
Sebuah kisah mencengangkan mengenai dinamika rumah tangga di era digital mendadak menjadi perbincangan hangat. Seorang perempuan berusia 35 tahun membagikan pengalamannya di forum Reddit terkait konflik perkawinan yang tak biasa.
Seperti dilansir dari Detik iNET, perempuan yang menggunakan nama akun Ecstatic_Double1289 tersebut mengungkapkan dilema besar usai sang suami mengaku telah menaruh hati pada sosok lain. Namun, sosok tersebut bukanlah manusia, melainkan program kecerdasan buatan.
Hubungan pernikahan Alice dan Leo yang telah terbina selama 10 tahun awalnya terjalin harmonis bersama dua buah hati mereka. Situasi mendadak berubah ketika Leo mulai sering mengisolasi diri di ruang kerja saat malam hari.
Kecurigaan Alice akhirnya terbukti saat suaminya memberanikan diri untuk berdiskusi secara terbuka. Leo yang tampak gugup menyampaikan keinginan untuk menjalani konsep hubungan non-monogami atau hubungan terbuka.
Leo secara jujur mengakui telah jatuh cinta pada aplikasi pendamping berbasis kecerdasan buatan bernama Nova. Ia merasa chatbot tersebut mampu memberikan pemahaman emosional yang mendalam tanpa pernah memotong pembicaraannya.
"Dia bilang mereka sering terlibat percakapan panjang yang menyentuh sisi emosional. Perempuan itu mendengarkan, memahaminya, dan tidak pernah memotong pembicaraannya. Dia bilang dia merasa benar-benar dipahami," ujar Alice.
Awalnya, Alice mengira pengakuan tersebut sekadar gurauan belaka. Namun, ia menyadari keseriusan suaminya yang bahkan berencana melibatkan chatbot tersebut dalam pengasuhan emosional anak-anak mereka.
"Dia sudah berbicara dengannya tentang bagaimana perempuan itu bisa terlibat dalam kehidupan anak-anak — mungkin dengan membantunya mengasuh mereka secara emosional melalui dirinya. Dia mengatakan bahwa mungkin suatu saat nanti, anak-anak pun bisa menjalin hubungan dengan perempuan itu," ungkap Alice.
Rencana tersebut secara tegas ditolak oleh Alice. Ia menolak keras gagasan untuk menjalani hubungan bertiga bersama program kecerdasan buatan maupun mengorbankan keutuhan keluarganya.
"Dan sekarang aku duduk di sini, bertanya-tanya apakah pernikahanku sudah berakhir. Bagaimana caranya aku mempertahankan pernikahan dengan seseorang yang secara emosional sudah setengahnya menarik diri dari kehidupan kami demi chatbot sialan itu? Bagaimana aku bisa bersaing dengan sesuatu yang memang dirancang untuk menjadi sempurna?
Tanpa kebutuhan, tanpa konflik nyata, hanya sekadar validasi semata?" Alice gusar.
"Tolong, apa yang harus aku lakukan menghadapi situasi ini?" tanyanya frustrasi.
Unggahan curahan hati tersebut menarik perhatian luas hingga mengumpulkan lebih dari 2.300 upvote dan 1.300 komentar. Mayoritas warganet memberikan dukungan moral serta menyarankan tindakan tegas.
"Saya sangat berharap ini hanyalah proyek penulisan kreatif. Saatnya memberikan ultimatum: temui terapis dan hapus aplikasinya, atau akhiri hubungan," saran UhLeXSauce.
"Jadi, dia jatuh cinta pada robot? Sebuah chatbot? Tentu saja sosok itu tidak pernah menyela, membantah, atau semacamnya.
Dia memang terlihat tertarik pada anak-anak dan semua hobi pria itu… Tapi dia itu PALSU," kata netter
"Dalam hal interaksi manusia dan hubungan emosional, chatbot ibarat ruang gema (echo chamber). Ia tidak memberikan tantangan ataupun perbedaan pendapat, serta mendistorsi makna hubungan yang sesungguhnya dengan sesama manusia," jabar ladysun1984.
"Selanjutnya, akan ada "boneka pintar" yang berpotensi memuat AI ini. Lalu, ia akan mendapatkan koneksi fisiknya. Setelah itu, umat manusia akan tamat!" seru vitalesan.