Studi Ungkap Ciri Orang Ber-IQ Tinggi yang Sering Terlihat Malas

Share

Pandangan umum sering kali mengaitkan produktivitas dan kesibukan sebagai tanda utama kecerdasan seseorang. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa individu dengan Intelligence Quotient (IQ) tinggi justru cenderung tampak lebih pasif dalam situasi tertentu.

Kebiasaan kurang aktif bergerak ini sering disalahartikan sebagai sifat malas. Padahal, kondisi tersebut terjadi karena adanya pola pikir yang berbeda pada orang dengan kecerdasan tinggi.

Jurnal ilmiah Journal of Health Psychology pada tahun 2015 menerbitkan studi yang mengungkapkan perbedaan menarik antara tingkat aktivitas fisik dengan kecerdasan seseorang. Studi yang juga dilansir dari CNBC Make It ini membeberkan beberapa ciri kepribadian orang ber-IQ tinggi yang sering terlihat malas.

Para peneliti menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat kebutuhan akan kognisi dari para peserta. Sebanyak 60 peserta kemudian dikelompokkan menjadi dua tim, yaitu kelompok pemikir dan kelompok bukan pemikir.

Seluruh peserta diminta menggunakan alat pelacak aktivitas selama tujuh hari untuk memantau kebiasaan harian mereka. Hasilnya, kelompok dengan IQ tinggi terbukti lebih sulit merasa bosan karena menghabiskan banyak waktu untuk berpikir.

Hal ini membuat mereka cenderung kurang aktif secara fisik dibandingkan kelompok sebaliknya. Kelompok yang aktif secara fisik justru lebih cepat bosan saat harus duduk diam, sehingga mereka memilih olahraga atau aktivitas yang menggerakkan tubuh.

Kecenderungan orang yang kurang aktif secara fisik untuk memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi ini berkaitan erat dengan kebutuhan kognisi. Istilah ilmiah ini menggambarkan metode berpikir yang mengandalkan proses mental daripada aktivitas fisik.

Orang dengan karakteristik ini lebih menyukai pencarian penjelasan yang terstruktur dalam melihat segala sesuatu. Mereka juga sangat menikmati aktivitas yang menantang otak, seperti berdebat atau memecahkan teka-teki.

Dampak Gaya Hidup Minim Gerak dan Efisiensi Kerja

Meskipun memiliki keunggulan dalam berpikir, gaya hidup minim gerak ini memicu kekhawatiran dari para peneliti. Dilansir dari The Independent, kurangnya aktivitas fisik dapat berdampak buruk pada kesehatan jika tidak diimbangi dengan olahraga yang cukup.

Peneliti menyarankan agar setiap orang tetap menjaga keseimbangan aktivitas harian mereka. Langkah ini penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat, meskipun aktivitas sehari-hari lebih banyak didominasi oleh proses berpikir.

Di sisi lain, perilaku yang sering dicap malas oleh masyarakat ini sebenarnya merupakan bentuk efisiensi kerja. Orang dengan kemampuan berpikir kritis cenderung menghindari tindakan yang sia-sia dan lebih memilih metode kerja strategis yang langsung tepat pada tujuan.

Konsep efisiensi ini juga diakui oleh tokoh bisnis terkemuka asal Amerika Serikat, Bill Gates. Ia menyatakan kecenderungannya untuk memilih pekerja yang terlihat malas untuk menyelesaikan tugas-tugas yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

"Saya selalu memilih orang yang malas untuk melakukan pekerjaan yang sulit, karena orang yang malas akan menemukan cara mudah untuk melakukannya," ungkapnya.

Gaya kerja yang efisien dan langsung pada sasaran ini membuat orang yang tampak malas mampu menghemat waktu. Mereka juga berpotensi melahirkan ide-ide baru yang lebih bermanfaat berkat cara berpikir strategis yang mereka miliki.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author