Striker Timnas Amerika Serikat Bertekad Akhiri Krisis Gol Piala Dunia

Share

Lini serang tim nasional Amerika Serikat bertekad memutus rekor buruk produktivitas gol dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia pada laga pembuka Grup D melawan Paraguay di California, Jumat malam waktu setempat.

Masalah ketajaman penyerang kerap menjegal langkah tim berjuluk The Yanks tersebut, di mana mereka hanya mampu mengemas 28 gol dari 30 pertandingan dalam delapan edisi Piala Dunia terakhir sejak tahun 1990.

Kini, harapan baru bertumpu pada pundak Folarin Balogun, penyerang berusia 24 tahun yang memilih memperkuat Amerika Serikat ketimbang Inggris atau Nigeria demi kesempatan tampil di turnamen akbar ini.

"I feel like my individual journey is a bit full circle now, approaching the World Cup," ujar Folarin Balogun, penyerang timnas Amerika Serikat.

Mantan pemain junior Inggris tersebut merasa bangga karena berkesempatan membela tanah kelahirannya langsung di hadapan publik sendiri.

"Especially with the World Cup being here, the opportunity to represent my nation in front of a home crowd is going to be something special for me, for my family, for my friends and for the team. I'm definitely looking forward to it, and very proud," kata Folarin Balogun, penyerang timnas Amerika Serikat.

Ketajaman lini depan Amerika Serikat kali ini didukung oleh statistik impresif para penyerangnya di kompetisi Eropa, termasuk Balogun yang mencetak 19 gol untuk Monaco di Ligue 1 musim ini.

Ricardo Pepi juga menunjukkan performa gemilang dengan koleksi 19 gol bersama PSV Eindhoven, sementara Haji Wright membukukan 18 gol sekaligus membawa Coventry promosi ke Liga Utama Inggris.

"We see this as a fantastic opportunity to play in front of our country," ujar Ricardo Pepi, penyerang timnas Amerika Serikat.

Pemain yang mengenakan nomor punggung sembilan tersebut menegaskan bahwa seluruh tim fokus melihat kompetisi ini sebagai peluang besar.

"The pressure aside, we see it more as an opportunity," kata Ricardo Pepi, penyerang timnas Amerika Serikat.

Kondisi kedalaman skuad saat ini dinilai jauh lebih mumpuni dibandingkan saat pergelaran di Qatar empat tahun lalu, saat Amerika Serikat hanya mencetak tiga gol dari empat laga.

"I just feel like we're deeper now," kata Gio Reyna, gelandang timnas Amerika Serikat.

Reyna menilai variasi serangan timnya kini jauh lebih lengkap untuk membongkar pertahanan lawan.

"We've got a really, really deep squad. I feel like we can be really dangerous in all areas of attack, whether it's build-up, transition, or having the ball in the opponents' half. I think we're more complete now," ujar Gio Reyna, gelandang timnas Amerika Serikat.

Haji Wright yang mengemas tujuh gol dalam 20 penampilan internasional, mengakui status tuan rumah memberikan atmosfer yang berbeda.

"In certain ways, (this World Cup) feels bigger, being here with our family and friends," kata Haji Wright, penyerang timnas Amerika Serikat.

Menurutnya, tekanan tambahan yang muncul justru menjadi motivasi ekstra bagi para pemain.

"It does add a little bit of additional pressure, but I think that's a good thing. It forces us to perform in ways maybe we didn't know we were capable of," ujar Haji Wright, penyerang timnas Amerika Serikat.

Kapten timnas Amerika Serikat, Tim Ream, memberikan pujian khusus kepada Balogun yang dinilainya sebagai penyerang paling menyulitkan saat sesi latihan tim.

"He is so quick with his movements," kata Tim Ream, bek timnas Amerika Serikat.

Ream menambahkan bahwa pergerakan tanpa bola dan kekuatan fisik Balogun menjadi solusi yang sudah lama dicari oleh timnas Amerika Serikat.

"He's physically strong and able to seemingly glide past people. He's able to hold the ball up, bringing other people into play. His movement in behind, being in position and getting himself into goal-scoring position is something that we've been crying out for for a long time. He brings that," ujar Tim Ream, bek timnas Amerika Serikat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author