Pedro Acosta Siap Dampingi Marc Marquez di Ducati Pada MotoGP 2027
Pebalap muda asal Spanyol, Pedro Acosta, dipastikan akan bergabung dengan tim pabrikan Ducati pada MotoGP 2027 mendatang. Kepindahan langsung dari Red Bull KTM ke tim utama tanpa melewati tim satelit ini menjadikannya rekan satu tim baru bagi juara dunia Marc Marquez.
Acosta menegaskan tidak merasa tertekan meski harus berada dalam satu garasi dengan Marquez yang memiliki rekam jejak dominan. Bagi pembalap berusia 21 tahun tersebut, perbedaan fase karier menjadi alasan utama ia bisa tampil tanpa beban.
"Saya tidak tahu apa yang akan saya temukan di garasi nanti, tapi di sisi lain saya tidak merasa tertekan," ujar Acosta dilansir dari Motosan.
Perbedaan situasi kedua pebalap di arena balapan profesional dipandang Acosta sebagai hal yang wajar. Marquez saat ini berada di penghujung kariernya, sementara Acosta baru saja memulai perjalanannya di kelas utama.
"Marc berada di akhir kariernya. Saya berada di awal karier saya," kata Acosta.
Peluang bekerja sama di garasi Ducati dinilainya sebagai kesempatan berharga untuk berkembang dan memahami cara kerja seorang juara dunia. Pihak manajemen Ducati memberikan kepercayaan besar kepadanya untuk menjadi bagian dari proyek jangka panjang tim.
"Saya sangat berterima kasih karena meskipun belum memenangkan balapan, mereka tetap memikirkan saya untuk menjadi bagian dari proyek ini," ujar Acosta.
Proses adaptasi dengan tunggangan anyar serta dinamika tim pabrikan Italia menjadi prioritas utama Acosta. Ia dijadwalkan akan mulai menguji motor barunya usai seri penutup di Valencia.
"Saya hanya ingin tiba di hari Minggu setelah Valencia dan melihat apa yang bisa saya lakukan," katanya.
Selain performa di lintasan, Acosta menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap ketangguhan mental Marquez. Pengalaman Marquez dalam melewati deretan cedera dan operasi berat dianggap sebagai cerminan karakter juara sejati.
"Kita tahu seberapa besar bakat Marc. Kita tahu seberapa cepat dia bisa melaju," ujar Acosta.
Kemampuan Marquez untuk terus bangkit dan tampil kompetitif di papan atas menjadi poin yang paling mengesankan bagi Acosta.
"Seberapa besar dia bisa menderita, itu yang paling membuat saya terkesan," katanya.
Atas alasan tersebut, Acosta memilih mengabaikan berbagai spekulasi media serta perbandingan publik yang kerap menyamakannya dengan Marquez sejak di Moto3.
"Saya bukan orang yang banyak membaca tentang diri saya sendiri," ucap Acosta.
Acosta juga menyadari tantangan adaptasi lingkungan kerja baru di Ducati memerlukan waktu, mengingat ia telah membela KTM sejak berusia 16 tahun.
"Sejujurnya, saya tidak tahu apa yang akan saya temukan di dalam garasi tim nanti. Namun di sisi lain, saya juga tidak merasa tertekan," ujar Acosta dilansir dari Motorsport.
Perbedaan usia 11 tahun dengan Marquez dan durasi kontrak multi-tahun membuat Acosta optimistis mampu menemukan ritme terbaiknya dalam dua musim pertama.
"Marc berada di penghujung kariernya, sementara saya baru saja memulainya," kata Acosta.
Faktor kebiasaan dengan kultur tim sebelumnya menjadi salah satu alasannya untuk menetapkan target adaptasi secara bertahap.
"Selain itu, dia sudah mengenal semua orang di tim, sedangkan saya butuh sedikit waktu untuk menyesuaikan diri dengan ritme ‘garasi Italia’ – begitu saya menyebutnya – karena saya sudah enam tahun bersama KTM. Saya sudah mengenal mereka semua sejak usia 16 tahun," ujar Acosta.
Bergabungnya Acosta ke tim utama Ducati menjadi babak baru dalam karier balap profesionalnya di MotoGP.
"Kini benar-benar akan menjadi babak baru dalam hidup saya," kata Acosta.
Kepastian durasi kontrak selama minimal dua musim memberikan ruang bagi Acosta untuk fokus membangun performa secara konsisten.
"Saya tidak merasa tertekan, dan untungnya, [karena] saya akan berada di sana minimal selama dua musim," ujar Acosta.
Target utama Acosta pada musim perdana bersama Ducati adalah fokus mencari kecepatan dan penyesuaian teknis.
"Untuk itu, saya akan punya waktu di musim pertama untuk mendapatkan ritme dan kemudian melihat apa yang terjadi di musim kedua," katanya.
Di sisi lain, jurnalis senior Ricard Jové melaporkan bahwa potensi bergabungnya Red Bull sebagai sponsor utama tim pabrikan Ducati diprediksi baru bisa terwujud pada musim 2028. Hal ini disebabkan oleh kontrak eksklusif Monster Energy dengan Ducati Lenovo Team yang masih berlaku hingga akhir musim 2027.
Saat ini, Acosta berada di posisi ketujuh klasemen sementara kejuaraan dunia MotoGP bersama Red Bull KTM, sedangkan Marc Marquez dan Ducati menempati peringkat keempat di bawah jajaran pebalap Aprilia.