Startup Phoebe Gates Phia Dituduh Lakukan Cookie Stuffing

Share

Tuduhan praktik manipulasi komisi atau cookie stuffing menimpa perusahaan perintis Phia yang didirikan oleh putri Bill Gates, Phoebe Gates. Skandal di startup bernilai miliaran dolar tersebut dilaporkan berpotensi memicu konsekuensi hukum berupa hukuman maksimal 20 tahun penjara federal, seperti dilansir dari Detik iNET.

Phia merupakan platform asisten belanja digital yang digagas oleh Phoebe Gates bersama rekannya sesama alumnus Universitas Stanford, Sophia Kianni. Perusahaan ini diduga menanamkan cookie web melebihi ketentuan demi mengklaim keuntungan sepihak dari transaksi penjualan daring pada toko mitra.

Pihak Phia mengklaim baru mengetahui masalah teknis tersebut dalam kurun 24 jam terakhir dan berjanji melakukan perbaikan. Namun, laporan teranyar dari Bloomberg mengungkapkan bahwa para pendiri startup tersebut diduga telah mengetahui manipulasi komisi penjualan ini setidaknya selama tujuh bulan.

Praktik manipulasi ini berpotensi membawa dampak hukum yang sangat serius bagi para pengelolanya di Amerika Serikat. "Biasanya ini dianggap sebagai penipuan elektronik federal di pengadilan AS. Ada kemungkinan hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara ditambah denda/restitusi," tulis Ariel Givner, pendiri dan pengacara utama di Givner Law, yang dikutip dari New York Post.

Juru bicara Phia menyatakan langkah koreksi telah dilakukan oleh pihak internal perusahaannya. "Setiap fitur yang menyebabkan salah atribusi segera dihapus lebih dari sebulan lalu pada 7 Juli. Kami sedang meninjau tiap transaksi, kami berkomitmen penuh dan mulai pengembalian dana ke mitra merek sebagai akibat dari salah atribusi apa pun dan kami mempekerjakan Head of Compliance untuk memastikan hal seperti ini tak pernah terjadi lagi," sebut jubir Phia.

Sebagai ekstensi peramban, Phia berfungsi memindai kode kupon potongan harga bagi pengguna saat melakukan transaksi pembayaran di toko online. Setelah konsumen menggunakan platform tersebut, perangkat lunak secara otomatis menyisipkan cookie pelacak untuk klaim komisi atas dorongan penjualan kepada pengecer.

Sistem Phia diduga tetap menjatuhkan cookie pada proses pembayaran meskipun konsumen tidak mengaktifkan platform tersebut. Tindakan tersebut terdeteksi sejak Desember pada transaksi ritel besar seperti Nike, Gap, dan Nordstrom, serta menjadi penopang utama pendapatan perusahaan.

Penghentian fitur tersebut pada Juli berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan perintis yang disokong investor Hailey Bieber, Kris Jenner, dan Sara Blakely ini. Pendapatan harian Phia yang sebelumnya mencapai USD 80.000 dilaporkan merosot ke kisaran USD 10.000 hingga USD 28.000, di mana praktik tersebut sempat menyumbang 51 persen dari nilai penjualan pada Juni.

Manajemen perusahaan membantah bahwa penurunan pendapatan tersebut sepenuhnya disebabkan oleh dugaan manipulasi data. Pihak Phia menegaskan bahwa penurunan terjadi karena penghentian sebagian besar skema monetisasi, serta menilai analisis data dari Bloomberg terlalu berlebihan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author