San Antonio Spurs Kalahkan Oklahoma City Thunder Melalui Dua Overtime

Share

San Antonio Spurs mengalahkan tuan rumah Oklahoma City Thunder dengan skor 122-115 melalui dua babak perpanjangan waktu pada pertandingan pertama Final Wilayah Barat NBA di Paycom Center, Oklahoma City, pada Senin, 18 Mei 2026.

Kemenangan krusial ini diraih skuad muda Spurs meski tidak diperkuat guard andalan De'Aaron Fox yang harus absen sekitar satu jam sebelum laga akibat mengalami cedera nyeri pergelangan kaki kanan.

Statistik dari Laman NBA mencatat Victor Wembanyama mendominasi pertandingan lewat torehan dobel-dobel berupa 41 poin, 24 rebound, 3 blok, dan 3 asis, sedangkan Chet Holmgren dari Thunder mengemas 8 poin, 8 rebound, dan 2 blok.

Analis NBA Kendrick Perkins mengkritik performa Holmgren yang dinilai tidak menunjukkan mentalitas kompetitif dan cenderung menghindari duel satu lawan satu melawan Wembanyama sepanjang pertandingan.

"Bisakah Chet berusaha? Itu yang pertama. Bisakah dia mencoba? Karena saya melihat dia menghindari pertempuran malam ini. Saya melihat Chet menjaga pemain lain di perimeter. Saya tidak terlalu sering melihatnya beraksi satu lawan satu menjaga Wemby. Dia tahu perseteruan itu sudah terjadi sejak masa sekola mereka," ucap Kendrick Perkins, Analis NBA dalam tayangan SportsCenter.

Mantan pemain Boston Celtics tersebut menambahkan bahwa Holmgren harus menjadikan performa bertahannya sebagai evaluasi pribadi agar mampu membuktikan kualitasnya sebagai finalis Defensive Player of the Year.

"Chet Holmgren harus menganggap ini sebagai masalah pribadi. Terutama dalam sisi pertahanan permainan basket. Dia harus menunjukkan mengapa dia merupakan finalis Defensive Player of the Year. Malam ini dia akan kesulitan tidur," lanjut Kendrick Perkins, Analis NBA.

Pihak liga melalui pernyataan resmi di laman NBA.com menegaskan bahwa rivalitas antara dua pemain besar bertalenta unik ini menjadi representasi dari evolusi nyata permainan bola basket modern generasi baru.

"Pertarungan antara Victor Wembanyama dan Chet Holmgren di Final Wilayah Barat bukan sekadar perebutan tiket menuju babak puncak, melainkan sebuah evolusi nyata dari permainan bola basket modern di mana dua talenta paling unik di dunia saling berhadapan demi menegaskan dominasi generasi baru di panggung tertinggi NBA." kata liga dalam pernyataan resmi di laman NBA.com.

Bintang utama Spurs Victor Wembanyama mengungkapkan kegembiraannya terhadap penerapan skema pertahanan kolektif tim yang mampu meredam pergerakan agresif dari para pemain lawan.

"Feels like everybody's taking pleasure in executing the game plan, and personally this series was probably the most fun I had on defense," kata Victor Wembanyama, Pemain Spurs dalam siaran NBA on Prime.

Wembanyama merasa nyaman karena seluruh rekan setimnya saling terhubung dan siap mengover area pertahanan satu sama lain dengan penuh tanggung jawab.

"Me too. Everybody was on a string, everybody was connected, and I was about to go help somebody cause I know my teammate has my back, everybody just went together, and that's the most fun I had on defense," kata Victor Wembanyama, Pemain Spurs.

Pelatih Spurs Mitch Johnson mengapresiasi kemandirian para pemainnya dalam menggalang komunikasi non-verbal di lapangan karena bisingnya atmosfer dari total 18.203 penonton tuan rumah.

"Any time you play a team that has had the level of recent success as the Thunder have, the fans are very, very enthusiastic and bring energy to support," ujar Mitch Johnson, Pelatih Spurs.

Situasi riuh di dalam arena memaksa skuad Spurs untuk saling berkoordinasi secara mandiri tanpa bergantung penuh pada instruksi lisan dari pinggir lapangan.

"I would say that this would be probably one of the higher-end fan bases, and ours, in terms of what the environment is like… More than anything, it really puts emphasis on players to handle the calls and communicate with each other, because there's no way anyone on the sideline for myself or whoever's coaching is going to be able to get all five guys' attention," kata Mitch Johnson, Pelatih Spurs.

Forward Spurs Julian Champagnie mengakui tingkat kebisingan arena yang sangat tinggi sempat membuat komunikasi verbal antar-pemain tidak dapat terdengar dengan jelas.

"Midway through the game I was trying to talk on defense and I couldn't hear myself," kata Julian Champagnie, Forward Spurs.

Meski terkendala suara penonton, kerja sama tim dan pemahaman taktik yang matang membuat organisasi permainan Spurs tetap berjalan dengan baik.

"At some point it comes down to team chemistry and all of us knowing, and being on the same page of what the game plan is," kata Julian Champagnie, Forward Spurs.

Champagnie menilai eksekusi serangan yang diperagakan timnya pada akhir laga murni berjalan berdasarkan insting yang terbangun kuat antar-pemain.

"And just executing on offense really, that was pure instinct last night," kata Julian Champagnie, Forward Spurs.

Pemain depan Spurs tersebut juga memuji aksi blok krusial dari Devin Vassell terhadap tembakan jarak dekat Holmgren di sisa waktu 46,1 detik babak perpanjangan waktu kedua.

"Shout out to Devin, that block was super important for us," ujar Julian Champagnie, Forward Spurs.

Bagi Champagnie, penyelematan defensif dari Vassell tersebut menjadi momentum penentu yang menghindarkan Spurs dari kekalahan.

"We don't win this game without him. I think if they get that bucket, it's a whole different outcome. So big, big block by Devin," tutur Julian Champagnie, Forward Spurs.

Devin Vassell yang bermain selama 51 menit mencatatkan total 13 poin, enam rebound, dua asis, dua blok, dan satu steal sepanjang pertandingan.

"Hell, yeah. Hell, yeah," kata Devin Vassell, Forward Spurs saat ditanya San Antonio Express-News mengenai kebanggaannya melakukan blok tersebut.

Vassell menceritakan situasi defensif di mana ia harus dengan cepat berpindah posisi untuk menutup ruang tembak setelah kehilangan penjagaan pada pemain awalnya.

"Make an impact anyway I can," ujar Devin Vassell kepada San Antonio Express-News.

Vassell mengaku tidak memedulikan perbedaan postur tubuh yang jauh lebih pendek dari pemain lawan saat melompat melakukan kontestasi di udara.

"I was just trying to stay home, but I realized I lost my matchup, and Chet was my matchup," kata Devin Vassell, Wing Spurs.

Aksi memblok bola tersebut dinilai sangat vital guna mengubah momentum permainan sekaligus mengangkat mental bertarung seluruh anggota tim.

"So when he got the rebound, it was just a matter of making a play. It was all instinct trying to make a play," tutur Devin Vassell, Forward Spurs.

Vassell menegaskan bahwa dirinya siap mengambil risiko apa pun di area pertahanan tanpa mencemaskan potensi dilewati oleh lawan yang berpostur tinggi.

"They're seven foot, so if I get dunked on, it's like, who cares?" ucap Devin Vassell, Forward Spurs.

Pemain bernomor punggung 24 ini memaparkan bahwa keselarasan dan pemahaman karakter antar-pemain menjadi kunci komunikasi non-verbal tim lewat isyarat tangan.

"They're already six inches taller than me, so what's the point? But I just want to go up there and get a block or contest or something like that. They're momentum swingers. It really sets a tone for our team," kata Devin Vassell, Wing Spurs.

Vassell turut memberikan pujian kepada atmosfer ruang ganti tim Spurs yang dinilainya sangat solid dan jauh dari keegoisan individu.

"We're just super connected on the court," kata Devin Vassell, Wing Spurs.

Hubungan emosional yang erat membuat para pemain memahami peran masing-masing saat mengeksekusi strategi menyerang maupun bertahan di masa krusial.

"When it gets loud like that you can't really hear, but we all really know each other: what the next person is doing, what plays they're supposed to be running, what crunch-time offense and defense looks like. So we're able to communicate if we can't hear each other, at least we're talking with our hands and doing something to communicate, but communication is key and that's the big thing that we talk about, and remembering that with that many people, it's that loud, it's hard to be shouting so that everyone can hear you," kata Devin Vassell, Wing Spurs.

Setiap penggawa tim mengutamakan kemenangan kolektif daripada menonjolkan statistik pribadi masing-masing di lapangan.

"They really don’t care who gets the credit. They don’t care whose number is called," kata Devin Vassell, Wing Spurs.

Semangat kebersamaan tanpa ego tersebut menciptakan lingkungan bermain yang sangat kondusif bagi seluruh elemen tim.

"It’s just great to be a part of it, because at the end of the day, nobody’s selfish. Everybody just wants to win," kata Devin Vassell, Wing Spurs.

Ruki Dylan Harper yang dipasang sebagai starter menggantikan Fox tampil impresif dengan sumbangan tujuh kali steal untuk memperkokoh tembok pertahanan tim.

"I think that's kind of a calling card," kata Dylan Harper, Pemain Spurs.

Harper menekankan bahwa pertahanan kolektif akan terus menjadi tumpuan utama San Antonio Spurs dalam mengarungi sisa rangkaian seri final ini.

"When it gets to the end of the game and things of that nature, that's something we're gonna rely on every time, is just being connected with defense and making sure that we're all playing team defense, not just one on one," kata Dylan Harper, Pemain Spurs.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari ClutchPoints, hasil ini membawa San Antonio Spurs unggul sementara 1-0 dalam babak final berformat best-of-seven, yang sekaligus menjadi penampilan perdana mereka di fase ini setelah absen selama sembilan tahun.

Pertandingan kedua antara Oklahoma City Thunder dan San Antonio Spurs dijadwalkan kembali berlangsung di Paycom Center pada Rabu, 20 Mei 2026 malam waktu setempat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author