San Antonio Spurs Atasi New York Knicks Pada Gim Ketiga

Share

San Antonio Spurs memimpin perolehan angka atas New York Knicks pada kuarter keempat gim ketiga Final NBA 2026 di Madison Square Garden pada Senin, 8 Juni 2026 malam waktu setempat. Tim tamu bangkit lewat perbaikan efisiensi serangan setelah tertinggal 0-2 pada dua laga pembuka.

Victor Wembanyama tampil dominan bagi Spurs dengan mencetak 32 poin, di mana 14 poin di antaranya dilesakkan di area terbatas. Performa ini menjadi lonjakan besar bagi Wembanyama setelah hanya mencatatkan akurasi tembakan 40,7 persen pada dua gim pertama akibat skema bertahan ketat dari Knicks.

Pelatih kepala San Antonio Spurs, Mitch Johnson sempat mengkritik performa ofensif timnya yang dinilai tidak beroperasi pada level semestinya. Pada paruh pertama gim kedua, Wembanyama tercatat hanya melepaskan empat tembakan di lapangan.

"not acceptable" kata Mitch Johnson, Pelatih Kepala San Antonio Spurs.

Mitch Johnson menilai timnya sering kehilangan momentum akibat kesalahan sendiri saat melakukan transisi cepat. Kegagalan penyelesaian akhir tersebut berbalik menjadi keuntungan bagi lawan melalui serangan balik.

"Sometimes the result cannot be as consistent as you want," ujar Mitch Johnson, Pelatih Kepala San Antonio Spurs. "What I mean by that is we’ve had a few turnovers in transition that are not as common throughout the season. It really hasn’t been a real clear theme of why that is, other than not making the right play or not finishing those advantages out as we have throughout the season. It is a huge part of the game for us when we are at our best. We have to take advantage of those."

Mitch Johnson juga menyoroti bagaimana kerugian besar terjadi ketika peluang poin berubah menjadi momentum bagi lawan. Hal ini menjadi krusial mengingat tipisnya margin kesalahan pada level final.

"Going from looking like we’re probably getting a bucket to giving up a bucket," kata Mitch Johnson, Pelatih Kepala San Antonio Spurs. "Those are big swings in this game when you start talking about the margin of error at this level."

Mitch Johnson kemudian menambahkan bahwa para pemain belakang Spurs harus lebih jeli melihat posisi Wembanyama. Pemain asal Prancis tersebut kerap berada dalam posisi bebas di area cat tetapi tidak mendapatkan pasokan bola.

"There are times I think when he was open on rolls or around the paint, and his teammates got to give him the ball," tutur Mitch Johnson, Pelatih Kepala San Antonio Spurs.

Di sisi lain, garda San Antonio Spurs De'Aaron Fox menekankan pentingnya mencari poin mudah melalui skema permainan cepat. Spurs berusaha memanfaatkan momentum baik setelah lawan gagal maupun berhasil mencetak angka.

"For us, we got to try to find a way to get easy baskets," kata De’Aaron Fox, Pemain San Antonio Spurs. "I’m not sure what our transition points were, but we got to figure out a way to play fast, off of misses, off of makes, get the ball out quick."

Dilansir dari The Athletic, New York Knicks justru tampil ceroboh dengan mencatatkan banyak kehilangan bola (turnover) yang berhasil dikonversi Spurs menjadi 21 poin. Pertandingan selanjutnya bagi kedua tim dijadwalkan tetap berlangsung di markas New York Knicks.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Bola Basket Final NBA NBA
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author