Sporting Kansas City Mengincar Tiga Kemenangan Beruntun Kontra Red Bulls
Sporting Kansas City berambisi melanjutkan tren positif dengan mengincar kemenangan ketiga secara beruntun saat menjamu New York Red Bulls di Stadion Sporting Park pada Sabtu malam waktu setempat sebelum memasuki jeda Piala Dunia FIFA.
Klub berjuluk SKC tersebut saat ini masih terdampar di dasar klasemen Wilayah Barat, namun mereka berhasil bangkit lewat dua kemenangan beruntun atas LA Galaxy dan Austin FC setelah sebelumnya menelan kekalahan telak 0-6 dari Portland Timbers.
Rentetan hasil positif dalam satu pekan terakhir tersebut memangkas jarak Sporting Kansas City menjadi delapan poin dari zona play-off, dengan tabungan satu pertandingan lebih banyak dibandingkan tim-tim di atas mereka.
Keberhasilan meraih dua kemenangan beruntun ini merupakan yang pertama bagi Sporting Kansas City di musim reguler sejak Juli 2024, dan mereka berpeluang mencatatkan tiga kemenangan beruntun untuk pertama kalinya sejak September dan Oktober 2022.
Pelatih kepala Sporting Kansas City, Raphael Wicky, menyatakan kegembiraannya atas lonjakan performa yang ditunjukkan oleh anak asuhnya dalam beberapa pertandingan terakhir.
"A week ago, obviously we were in a bad place and then the team and the boys showed up twice like that with two really, really brave and good performances, as a team. That really makes me really happy." ujar Raphael Wicky, Pelatih Kepala Sporting Kansas City.
Pada laga terakhir melawan Austin FC, seluruh kontribusi gol Sporting Kansas City yang dicetak oleh Manu Garcia dan Stephen Afrifa, serta satu assist dari Shapi Suleymanov, lahir dari para pemain pengganti.
Catatan tersebut mengulangi momen pada 26 April 2025 saat melawan FC Cincinnati, di mana seluruh kontribusi gol klub dalam satu pertandingan dibukukan oleh pemain yang masuk dari bangku cadangan.
Penyerang Sporting Kansas City, Stephen Afrifa, yang menjadi penentu kemenangan atas Austin FC, menegaskan fokus tim untuk menutup laga terakhir sebelum jeda kompetisi dengan hasil maksimal.
"We're nearing the end before this little break we have and the whole story in the building has just been, let's close it out on a high and let's see what we can do to try to turn it around. The last two games have gone very well." kata Stephen Afrifa, Pemain Sporting Kansas City.
Di kubu penantang, New York Red Bulls datang dengan modal rekor tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir mereka dan kini menduduki peringkat keenam di klasemen Wilayah Timur.
Tim tamu memiliki statistik kuat musim ini dengan catatan belum pernah kalah saat berhasil mencetak gol terlebih dahulu, namun mereka juga belum pernah menang sekalipun ketika lawan unggul lebih dulu.
Klub asal New York ini juga menunjukkan produktivitas dari deretan pemain muda mereka, termasuk Jorge Ruvalcaba yang telah mengemas lima gol musim ini pada usia 24 tahun.
Meski pada laga teranyar tertahan imbang 1-1 oleh New York City FC, pelatih kepala New York Red Bulls, Michael Bradley, menegaskan bahwa performa pasukannya sudah berada di jalur yang benar.
"Static quote: "We step on the field to play our football, to try to put the game on our terms, to be the team that can control the ball, to be the team that can play with the ball in the attacking part of the field, we try to be a team that is going to press as high as possible. That can win balls back quickly, that is hard to play against, and I thought what you saw [against NYCFC] was growth and maturity of the team, and so we have to continue to go in that direction." ujar Michael Bradley, Pelatih Kepala New York Red Bulls.
Berdasarkan rekor pertemuan, New York Red Bulls memiliki catatan impresif di markas Kansas City dengan meraih satu hasil imbang pada April 2019 dan satu kemenangan pada Juli 2022 dari tiga kunjungan terakhir mereka sejak September 2017.