Spanyol Tekuk Belgia Guna Melaju ke Semifinal Piala Dunia

Share

Tim nasional Spanyol berhasil menembus babak semifinal Piala Dunia setelah menundukkan Belgia dengan skor 2-1 pada laga perempat final di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Jumat, 10 Juli 2026. Gelandang pengganti Mikel Merino kembali menjadi pahlawan kemenangan La Roja lewat golnya pada menit ke-88, memanfaatkan bola muntah dari penjaga gawang pengganti Belgia, Senne Lammens, yang gagal mengantisipasi tendangan jarak jauh Pau Cubarsi. Sebelumnya, Fabian Ruiz membawa Spanyol unggul terlebih dahulu lewat gol rebound pada menit ke-30, namun penyerang Belgia Charles De Ketelaere sempat menyamakan kedudukan melalui sundulan pada menit ke-41.

"Not even in my wildest dreams could I have imagined what’s happening, scoring another goal in the 90th minute, with the ball dropping to me inside the box," kata Mikel Merino, Gelandang Timnas Spanyol kepada jurnalis pascapertandingan.

Merino juga mengungkapkan instruksi khusus yang diberikan oleh sang pelatih sebelum dirinya memasuki lapangan hijau di babak kedua. "Before I went on, he told me to do the ‘No 10 things’," ujar Merino, Pemain Timnas Spanyol.

Gol tersebut melahirkan catatan sejarah baru karena menjadikan Merino sebagai pemain pengganti pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol kemenangan di dua babak gugur yang berbeda. "I just tried to stay alert for any loose ball, any pass that might break the lines, and help free up team-mates by occupying the centre-backs," tutur Merino, Gelandang Timnas Spanyol.

Pemain klub Arsenal itu mengaku sempat terkejut atas pencapaiannya yang kembali mencetak gol krusial setelah empat hari sebelumnya membobol gawang Portugal pada masa injury time. "I've done this again, and it's happened to me again, so it would seem that coincidence exists," ucap Merino, Pemain Timnas Spanyol. Ia menambahkan bahwa kesiapan mental dan kerja keras menjadi kunci utama di balik momen emas yang didapatkannya di lapangan.

"If you're ready and you try, I guess it can happen for you," kata Merino, Gelandang Spanyol.

Pemain berusia 30 tahun tersebut merasa sangat bersyukur bisa memberikan kontribusi besar bagi negaranya lewat skenario dramatis. "Honestly, it's crazy to be able to help the team once again," cetus Merino, Pemain Timnas Spanyol. Merino menyatakan bahwa ia selalu bersiap mengantisipasi segala kelalaian lini pertahanan tim lawan demi mengonversi peluang menjadi gol.

"This time in a different way, but at the same time to believe and trust that the opposing goalkeeper could make a mistake and to stay alert. … I prepare for when the moment comes, and hopefully they keep coming," pungkas Merino, Gelandang Spanyol.

Kemenangan ini membawa Spanyol menantang tim favorit juara, Prancis, di babak semifinal yang dijadwalkan berlangsung di Arlington, Texas. "We came here for this, to play against the best teams in the world," jelas Merino, Pemain Timnas Spanyol.

Menghadapi partai besar tersebut, Merino menegaskan rasa optimisme skuad Spanyol demi mewujudkan impian masa kecilnya. "We are confident in our possibilities, at the same time respecting the opposition. This is one of those games that you dream of when you're a kid, and now we have the chance to compete against a massive rival. Hopefully we'll get the win," tutup Merino, Gelandang Spanyol.

Pelatih kepala Spanyol, Luis de la Fuente, melayangkan pujian tinggi atas fleksibilitas taktikal yang dimiliki oleh Merino di dalam skuad. "I think he is a complete player," kata Luis de la Fuente, Pelatih Spanyol. De la Fuente menilai kecerdasan Merino dalam memahami permainan membuatnya mampu diplot pada berbagai posisi krusial di lini depan maupun tengah.

"He’s played as a pivot, a six, an eight, a 10 and a false nine. He can play in any of these positions. His performance in any of these positions is at the top level. He can be the best striker, the best attacking midfield player, because of his understanding of the game," sanjung Luis de la Fuente, Pelatih Spanyol.

Mengenai laga semifinal melawan Prancis mendatang, De la Fuente memprediksi sebuah pertarungan sengit antara dua tim raksasa sepak bola. "It will be a clash of giants," sebut Luis de la Fuente, Pelatih Spanyol. Meski sadar akan reputasi besar sang lawan, sang pelatih tetap menaruh kepercayaan penuh pada kualitas anak asuhnya untuk memenangkan laga.

"We are capable of winning this game — and not just now, but I would have said this a few weeks ago as well. They are a great giant of football, but I trust our team," tegas Luis de la Fuente, Pelatih Spanyol.

Kualitas Merino dalam memanfaatkan peluang mencetak gol sebenarnya sudah terendus sejak dirinya dimainkan di level klub oleh manajernya di Arsenal. "He has got a goal threat. He can smell danger.

He can anticipate the action. He’s got really good timing to arrive in certain areas and execute," kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Di sisi lain, kekalahan ini menghentikan rekor 18 pertandingan tak terkalahkan milik Belgia, yang juga harus kehilangan kiper utama Thibaut Courtois akibat cedera di babak kedua. "We were on equal footing with Spain, and we have nothing to feel bad about," tukas Rudi Garcia, Pelatih Belgia.

Garcia menyayangkan ketidakberuntungan timnya yang kebobolan pada menit-menit akhir pertandingan melawan tim sekelas Spanyol. "In the first half, they only had one chance, but they were very efficient. Unfortunately, to beat a team of this caliber, you need luck on your side as well, and it was too much for us to get into the semifinals," urai Rudi Garcia, Pelatih Belgia. Kekecewaan serupa diutarakan oleh lini belakang tim Setan Merah yang merasa telah memberikan perlawanan maksimal sepanjang turnamen.

"We knew how we could hurt them, and I think we did this today," ujar Brandon Mechele, Bek Belgia.

Meski tersingkir secara dramatis, Mechele menilai seluruh elemen tim tetap layak mengapresiasi kerja keras yang telah mereka tunjukkan. "It's a pity that it ended like this, but I think we can be proud of the tournament we played," tutup Brandon Mechele, Bek Belgia. Spanyol kini memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 37 pertandingan kompetitif sejak Maret 2023 dan bersiap menghadapi Prancis pada hari Selasa di Arlington, Texas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author