Spanyol Hadapi Portugal di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Tim nasional Spanyol dan Portugal akan berhadapan dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Texas, Amerika Serikat, pada Senin waktu setempat setelah melewati jalur kualifikasi yang kontras. Spanyol melaju ke babak gugur dengan catatan impresif tanpa kebobolan dalam empat laga pertama mereka, termasuk kemenangan telak 3-0 atas Austria di babak 32 besar melalui dua gol Mikel Oyarzabal dan satu gol Pedro Porro. Sebaliknya, Portugal harus bersusah payah mengalahkan Kroasia 2-1 melalui gol penentu Gonçalo Ramos pada menit ke-94 setelah Cristiano Ronaldo mencetak gol pertamanya di babak gugur turnamen tersebut.
Berdasarkan data superkomputer Opta, Spanyol menjadi unggulan utama dengan peluang menang sebesar 49,2 persen, sementara Portugal hanya mengantongi peluang sebesar 25,6 persen untuk memenangi laga dalam 90 menit.
Kapten Spanyol, Rodri, memperingatkan rival mereka bahwa performa juara Eropa tersebut masih bisa jauh lebih berkembang setelah sempat ditahan imbang tanpa gol oleh tim debutan Tanjung Verde di awal fase grup. "Spain's evolution (at the tournament) has been gradual," kata Rodri, Gelandang Manchester City.
Rodri menambahkan bahwa adaptasi dengan lingkungan, lapangan, dan tipe lawan yang berbeda di laga-laga awal memang tidak pernah mudah bagi timnya. "So I think in a gradual way, always growing and always knowing that the big things are coming now," ujar Rodri, Kapten Spanyol.
Meskipun mengawali turnamen dengan hasil imbang yang mengejutkan, sang gelandang menegaskan bahwa internal tim tetap tenang dan tidak kehilangan fokus. "We didn't lose our heads, we stayed calm, and I think right now we still have a big gap of improvement," tutur Rodri, Pemain Spanyol. Di kubu lawan, pelatih Portugal asal Balaguer, Robert Martínez, meminta pasukannya untuk menjaga konsentrasi penuh dan memberikan rasa hormat yang tinggi kepada skuad Spanyol.
"tomorrow we start the second World Cup," kata Robert Martínez, Pelatih Portugal.
Martínez menilai kesuksesan melewati tekanan berat saat melawan Kroasia telah menguatkan mentalitas timnya untuk terus bertumbuh dalam turnamen yang menuntut fisik dan pikiran ini. "I love talking about dreams, but I am here as coach to chart the path to the dream, and the path is to recover and respect Spain" ujar Robert Martínez, Pelatih Portugal. Sementara itu, kapten Portugal Cristiano Ronaldo mengonfirmasi bahwa ajang di Amerika Utara ini akan menjadi Piala Dunia terakhir dalam kariernya dan sempat memberikan pujian kepada bintang muda Spanyol, Lamine Yamal.
"Lamine Yamal has a bright future. He’s doing very well and his future will be great. But I always look at Spain as a team and they play very well" kata Cristiano Ronaldo, Kapten Portugal.
Ronaldo mengakui Spanyol diperkuat oleh talenta-talenta besar asal La Liga seperti Pedri, Pau Cubarsí, dan Oyarzabal yang membuat mereka menjadi lawan yang sangat tangguh. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menyambut positif pujian tersebut dan menyatakan bahwa Yamal yang berusia 18 tahun sangat termotivasi menjelang laga derbi di markas Dallas Cowboys.
"He's very well motivated, I know that Lamine loves these kinds of games," kata Luis de la Fuente, Pelatih Spanyol. De la Fuente juga memuji karakter penyerang Barcelona tersebut yang dinilai proaktif dan berani mengambil inisiatif di atas lapangan hijau.
"He likes to be the focus, he likes the responsibility, he likes to take the initiative. This is good, he's proactive," tutur Luis de la Fuente, Pelatih Spanyol. Menurut sang pelatih, Yamal juga sangat memahami tanggung jawabnya untuk membantu pertahanan saat menghadapi barisan pemain Portugal yang memiliki keunggulan teknik. "It's truly a pleasure to see a footballer that has these features," ujar Luis de la Fuente, Pelatih Spanyol.
De la Fuente menegaskan bahwa seluruh anggota tim merasa sangat puas dengan perkembangan performa yang ditunjukkan oleh sang pemain muda sepanjang turnamen berlangsung.
"He's always willing to do more. He is very well aware that in his growth, this is something that is required of him," kata Luis de la Fuente, Pelatih Spanyol. Pertemuan terakhir kedua tim di panggung Piala Dunia terjadi pada tahun 2018 yang berakhir imbang 3-3, sementara Portugal sempat mengalahkan Spanyol lewat adu penalti pada final Nations League Juni 2025.