Spanyol Hadapi Argentina di Final Piala Dunia 2026
Pertandingan final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan tim nasional Spanyol dan Argentina siap digelar di Stadion New York New Jersey atau Stadion MetLife pada Senin, 20 Juli 2026, di tengah lonjakan harga tiket dan antusiasme acara nonton bareng di berbagai daerah.
Laga ini menjadi pertemuan resmi kedua bagi kedua tim yang secara total telah bertanding sebanyak 14 kali dengan catatan sama-sama meraih enam kemenangan. Berdasarkan data Opta, baik Spanyol maupun Argentina menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen dengan potensi hadirnya drama gol di menit-menit akhir pertandingan.
Persiapan menjelang partai puncak ini diwarnai oleh kritik tajam dari penyerang tim nasional Spanyol, Borja Iglesias, terkait melambungnya harga tiket di platform penjualan kembali yang mencatat harga rata-rata mencapai sekitar 9.900 euro menurut data TickPick yang dilansir Forbes.
"Memalukan," kata penyerang Borja Iglesias melalui akun Instagram miliknya seperti dilansir dari surat kabar AS.
Kenaikan harga tersebut dinilai tidak wajar mengingat tiket termurah di tribun atas belakang gawang menyentuh 7.125 euro, sedangkan kursi di dekat garis lapangan mencapai 83.639 euro berdasarkan platform StubHub.
"tidak dapat diterima", kata Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol Rafael Luzán mengomentari kebijakan penetapan harga tiket tersebut.
Di Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) turut menyemarakkan momentum ini dengan menggelar program Bola Gembira 2026 berupa fasilitas nonton bareng gratis bagi pemilik tiket kereta di Hall Timur Stasiun Yogyakarta serta tayangan langsung di Kereta Makan pada 14 perjalanan kereta api.
“Momentum final ini kami bawa ke ruang perjalanan agar pelanggan dapat menikmati pertandingan bersama dalam suasana yang nyaman, baik ketika berada di stasiun maupun selama perjalanan kereta api,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Fasilitas nonton bareng di stasiun dibuka sejak pukul 00.30 WIB dengan menghadirkan pratinjau pertandingan bersama legenda sepak bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.
“Pelanggan dapat datang mulai pukul 00.30 WIB dengan membawa tiket perjalanan sesuai tanggal yang ditentukan. Kami mengajak seluruh pengunjung mengikuti arahan petugas agar kegiatan berlangsung tertib, aman, dan menyenangkan,” kata Anne Purba.
Penyediaan tayangan di Kereta Makan kelas eksekutif ini didukung oleh peningkatan sarana yang dilakukan di Balai Yasa Tegal dengan memodifikasi belasan unit Kereta Makan M1.
“Kereta Makan semakin kaya fungsi sebagai ruang bersantap, berinteraksi, dan menikmati hiburan tematik. Seluruh kegiatan tetap mengikuti ketentuan operasional dan keselamatan perjalanan,” jelas Anne Purba.
Pihak KAI berharap kegiatan tematik ini dapat memberikan cerita perjalanan yang berkesan bagi para pelanggan.
“Pengalaman perjalanan dibangun melalui sarana yang andal, pelayanan yang ramah, serta kegiatan yang relevan dengan momen yang sedang dinikmati masyarakat. Kami berharap final Bola Gembira 2026 dapat menjadi cerita menyenangkan dalam perjalanan pelanggan bersama KAI,” tutup Anne Purba.
Sementara itu, antusiasme juga terlihat di Bengkulu melalui agenda nonton bareng di halaman Rumah Dinas Bupati Kaur yang digelar untuk memotivasi pencinta sepak bola setempat.
"Piala Dunia merupakan ajang bergengsi yang salah satunya bisa untuk memotivasi masyarakat, generasi muda, anak-anak yang hobi sepak bola, nanti akan bisa berkembang, dan menjadikan sebuah motivasi yang luar biasa untuk anak-anak kita," kata Bupati Kaur Gusril Pausi.
TVRI Bengkulu mencatat ada lebih dari 120 titik nonton bareng di wilayah tersebut yang turut melibatkan para pelaku UMKM lokal.
"Kami mengundang seluruh warga Kalimantan Tengah untuk hadir bersama menikmati pertandingan puncak Piala Dunia dengan suasana yang aman, tertib, dan penuh kegembiraan," kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat mengenai acara nobar serupa di Lapangan Barigas Mapolda Kalteng.
Masyarakat yang hadir diimbau untuk tetap menjaga ketertiban serta menjunjung tinggi sportivitas antar-pendukung tim selama acara berlangsung.
"Kami berharap masyarakat dapat menikmati acara ini dengan santun, saling menghargai pendukung tim lain, dan menjaga suasana kondusif di lokasi kegiatan," tambah Kombes Pol Budi Rachmat.