Snap Inc Perkenalkan Kacamata Augmented Reality Specs Seharga Rp39 Juta
Snap Inc. resmi memperkenalkan kacamata pintar augmented reality terbaru bernama Specs seharga US$2.195 atau sekitar Rp39,12 juta pada perhelatan AWE mixed-reality conference di Long Beach, California, Amerika Serikat, Selasa.
Peluncuran perangkat berbingkai tebal yang dijadwalkan mulai dijual pada musim gugur ini dilansir dari Bloombergtechnoz.
Produk teranyar dari perusahaan asal Santa Monica tersebut hadir dalam dua ukuran serta mendukung penggunaan lensa resep. Spesifikasi teknis kacamata ini mencakup kemampuan lensa yang otomatis berubah jernih atau berwarna mengikuti pencahayaan, daya baterai untuk empat jam pemakaian, bidang pandang 51 derajat, dukungan 16 juta warna, serta ditenagai dua prosesor Qualcomm Inc dengan sistem kendali lacak tangan.
Langkah ini diambil di tengah situasi sulit korporasi setelah melakukan pemangkasan 16 persen tenaga kerja, masuknya investor aktivis Irenic Capital Management, dan penurunan saham Snapchat hingga hampir 30 persen tahun ini, yang kemudian diikuti dengan pembentukan anak perusahaan Specs Inc. pada Januari lalu guna memandirikan lini produk ini.
Melalui Specs, Snap mencoba bersaing dengan headset berukuran besar seperti Meta Quest dan Apple Vision Pro yang dijual mulai US$3.499, maupun produk kacamata pintar tanpa layar penuh milik Meta seharga US$799.
Dalam sebuah wawancara, CEO Snap Inc. Evan Spiegel memberikan pandangannya mengenai potensi kacamata pintar ini bagi masa depan komputasi perusahaan.
"peluang jangka panjang yang sangat besar" ujar Evan Spiegel, CEO Snap Inc.
Spiegel menilai Specs memiliki keunggulan kompetitif di tengah polarisasi produk yang ada di pasar teknologi realitas campuran saat ini.
"di pasar yang saat ini berfokus pada headset yang sangat besar dan berat namun sangat mumpuni, atau kacamata yang sangat ringan namun tidak benar-benar bisa melakukan banyak hal." kata Evan Spiegel, CEO Snap Inc.
Investasi jangka panjang pada teknologi pendukung diklaim menjadi faktor utama yang membedakan posisi Specs dengan para pesaingnya.
"Alasan mengapa kami memiliki keunggulan sebagai pelopor saat ini dengan Specs adalah karena kami telah berinvestasi dalam augmented reality (AR) dan tool pengembang kami sejak lama," tutur Evan Spiegel, CEO Snap Inc.
Spiegel juga menggarisbawahi keaslian teknologi kacamata ini yang dilindungi oleh ribuan paten demi menghadang persaingan dari Meta.
"para peniru di utara itu tidak akan bisa meniru yang satu ini. Kami telah mengajukan lebih dari 7.000 paten." cetus Evan Spiegel, CEO Snap Inc.
Mengenai harga jual yang relatif tinggi, ia membandingkannya dengan nilai historis produk komputasi legendaris masa lalu.
"akan berharga US$8.000 jika dikonversi ke mata uang saat ini." bela Evan Spiegel, CEO Snap Inc.
Spiegel meyakini momentum peluncuran produk ini sangat tepat di kala konsumen membutuhkan alternatif dari ketergantungan terhadap smartphone.
"Saya rasa Specs hadir pada saat di mana orang-orang benar-benar siap untuk sesuatu yang baru, hampir dua dekade sejak iPhone," ungkap Evan Spiegel, CEO Snap Inc.
Ia memproksimasikan kategori konsumen awal yang akan menjadi pembeli utama dari perangkat realitas campuran terbaru ini.
"akan terdiri dari para pengadopsi awal, orang-orang yang ingin mencoba jenis komputasi baru," tambah Evan Spiegel, CEO Snap Inc.
Minat terhadap produk ini di luar dugaan juga mulai berdatangan dari sektor korporasi komersial.
"Yang mengejutkan, kami telah menerima banyak minat dari kalangan perusahaan," kata Evan Spiegel, CEO Snap Inc.
Spiegel memaparkan dampak psikologis dari kejenuhan masyarakat terhadap layar ponsel konvensional yang memicu lahirnya Specs.
"Orang-orang mulai mempertanyakan korelasi mereka dengan komputer dan layar, serta bertanya-tanya, ‘Apakah ada yang lebih baik dari ini? Saya merasa seperti terus-menerus menunduk ke layar mungil ini," jelas Evan Spiegel, CEO Snap Inc.
Penggunaan gawai tradisional dinilai membuat pengguna kurang berinteraksi penuh dengan lingkungan sosial di sekitarnya.
"Alih-alih terlibat dalam dunia sekitar, saya merasa teralihkan alih-alih hadir sepenuhnya." ucap Evan Spiegel, CEO Snap Inc.
Ia menyimpulkan bahwa kehadiran Specs akan membawa perubahan besar bagi hubungan antara manusia dan teknologi.
"perubahan yang sangat mendalam dan menurut saya akan membantu menjadikan komputasi lebih manusiawi," pungkas Evan Spiegel, CEO Snap Inc.