Studi Ungkap Kehadiran Smartphone Pemicu Penurunan Angka Kelahiran Global

Share

Penurunan angka kelahiran di berbagai belahan dunia sudah mulai terdeteksi sejak awal era 2000-an. Sebuah penelitian terbaru mengindikasikan bahwa adopsi perangkat smartphone menjadi salah satu faktor pemicu kondisi tersebut.

Dua peneliti dari Middlebury College memaparkan peran iPhone sebagai smartphone paling populer di Amerika Serikat dalam menekan angka kelahiran. Laporan ilmiah ini dipublikasikan oleh National Bureau of Economic Research, seperti dikutip dari Detik iNET.

Ketika pertama kali diluncurkan pada 2007 hingga Februari 2011, iPhone dijual secara eksklusif melalui paket bundling dengan operator AT&T di Amerika Serikat. Para peneliti kemudian memanfaatkan data cakupan jaringan seluler AT&T tersebut sebagai indikator akses awal masyarakat terhadap iPhone.

Tim peneliti membandingkan data kelahiran di wilayah yang sudah terjangkau jaringan broadband seluler AT&T dengan area yang memiliki akses terbatas atau tanpa jaringan sama sekali. Lewat metode ini, estimasi menunjukkan bahwa iPhone berkontribusi hingga 52% terhadap penurunan angka kelahiran sepanjang periode 2007 sampai 2011.

"iPhone, dan era smartphone yang dipeloporinya, secara signifikan mempercepat penurunan angka kelahiran di AS setelah tahun 2007," tulis para peneliti dalam makalahnya, seperti dikutip dari Gizmodo, Kamis (11/6/2026).

Setelah mengomparasikan temuan tersebut dengan data survei berskala nasional, tim riset merumuskan tiga mekanisme utama. Tiga poin ini menjelaskan bagaimana gawai tersebut memengaruhi tingkat kelahiran.

Faktor pertama berkaitan dengan tingginya konektivitas internet dan perkembangan media sosial yang dipicu oleh smartphone. Kehadiran gawai ini pada akhirnya menggeser dan menjadi pengganti untuk interaksi tatap muka secara langsung.

Faktor kedua adalah kemudahan akses terhadap konten pornografi melalui telepon pintar. Bagi sebagian individu, aktivitas digital tersebut bertransformasi menjadi sarana alternatif atau pengganti seks dengan pasangan.

Faktor ketiga menyasar kelompok masyarakat yang tetap aktif melakukan hubungan seksual. Keberadaan smartphone mempermudah mereka mendapatkan informasi mengenai alat kontrasepsi dan prosedur aborsi, yang menurut peneliti efektif menekan kehamilan tidak direncanakan.

Dampak teknologi ini sebenarnya terlihat di seluruh rentang usia, namun efektivitasnya terbukti paling kuat pada kelompok usia muda. Akses terhadap iPhone tercatat berkorelasi dengan penurunan angka kelahiran sebesar 4,5-8% pada remaja usia 15-19 tahun, serta 3,2-6,6% pada kelompok usia 20-24 tahun.

"Seiring dengan meluasnya penggunaan smartphone, waktu yang dihabiskan dengan teman secara langsung dan aktivitas seksual menurun tajam seiring dengan meningkatkan konsumsi pornografi, yang mungkin menjadi pengganti seks dengan pasangan," tulis peneliti.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author