Sidney Crosby Tunda Bahas Kontrak Baru Demi Kejuaraan Dunia

Share

Fokus membela Tim Nasional Kanada pada Kejuaraan Dunia Hoki Es 2026 di Swiss menjadi alasan Kapten Pittsburgh Penguins, Sidney Crosby, belum memulai pembahasan perpanjangan kontrak baru dengan General Manager Kyle Dubas menjelang musim terakhirnya di NHL.

Spekulasi mengenai masa depan sang penyerang veteran mencuat setelah Pittsburgh Penguins tersingkir dari babak pertama playoff Stanley Cup usai kalah 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada Game 6 melawan rival se-negara bagian, Philadelphia Flyers.

Status kelanjutan masa bakti sang kapten dikonfirmasi oleh pengamat internal Pittsburgh Penguins, Josh Yohe, dalam sesi tanya jawab di media The Athletic saat menjawab pertanyaan dari seorang penggemar bernama @cgibson724.

"Is a Sidney Crosby extension in the works? He has one year left." tanya @cgibson724, Penggemar Penguins.

Pertanyaan tersebut langsung direspons oleh Josh Yohe untuk meredakan kekhawatiran para pendukung Penguins mengenai situasi kontrak sang pemain.

"No, it is not," tulis Josh Yohe, Jurnalis The Athletic.

Yohe menambahkan bahwa situasi ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena General Manager Kyle Dubas saat ini sedang sangat sibuk, sementara Crosby sedang berkonsentrasi penuh di Swiss untuk menghindari gangguan fokus bertanding.

"Also, keep in mind: Crosby said following the Penguins’ loss to the Flyers that, at this stage of his career, he’s taking things “year-to-year.”" lanjut Josh Yohe, Jurnalis The Athletic.

Crosby kemungkinan besar baru akan menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi satu tahun sebelum musim baru dimulai karena ia tampak sangat bahagia pada musim lalu.

Penundaan ini juga dipengaruhi oleh keputusan mendadak Crosby untuk bergabung dengan Tim Kanada setelah melewati musim yang panjang dan sempat mengalami cedera di Olimpiade, yang sempat mengejutkan pihak manajemen tim nasional.

"I honestly didn’t think it was going to happen," kata Brad Treliving, General Manager Tim Kanada.

Treliving menjelaskan bahwa sebelum Crosby setuju untuk bergabung, manajemen tim nasional telah menunjuk pemain muda berusia 19 tahun, Macklin Celebrini, sebagai kapten tim Kanada.

"We named Mack captain before Sid agreed to participate," ujar Brad Treliving, General Manager Tim Kanada.

Kehadiran Crosby memicu perdebatan mengenai siapa yang berhak menyematkan huruf "C" di jersey mereka, namun Crosby bersikeras agar Celebrini tetap menjadi kapten tim, sementara Celebrini juga menginginkan Crosby yang memimpin.

"This goes to show you what Sid is all about. It’s not about him. Just watching him, you can see the respect he commands from the other players here. Sid took an issue and quickly made it a non-issue. He’s that kind of special guy and, until you see it in person, and watch him around people, you don’t know how special he is." tutur Brad Treliving, General Manager Tim Kanada.

Keputusan dan kehadiran kapten Penguins tersebut di Swiss juga disambut dengan sangat antusias oleh para pemain veteran lainnya di dalam skuad Kanada.

"The players are all like little kids around him," ungkap Brad Treliving, General Manager Tim Kanada.

Kanada kini mencatatkan rekor 2-0 pada awal turnamen dengan Celebrini memimpin perolehan angka lewat tiga poin, sedangkan Crosby mencatatkan satu poin sekaligus menunjukkan performa bertahan yang solid.

Komitmen Crosby untuk memperkuat negaranya di kejuaraan dunia ditegaskan secara singkat sebelum ia berangkat menuju Swiss.

"I’m in." kata Sidney Crosby, Kapten Pittsburgh Penguins.

Crosby sendiri sempat merefleksikan kekalahan tipis timnya di laga terakhir NHL musim ini sebelum fokus sepenuhnya pada turnamen internasional.

"It’s unfortunate," kata Sidney Crosby, Kapten Pittsburgh Penguins.

Meskipun kalah di Game 6, Crosby menilai timnya telah bermain dengan baik dan memiliki peluang besar pada paruh kedua pertandingan untuk memaksakan terjadinya Game 7 di Pittsburgh.

"I thought, especially the second half of that game, we had some really good looks. We’re a shot away from going back to Pittsburgh for Game 7. So, it just comes down to bounces sometimes. Putting yourself in that position is tough, but I think we all had a lot of belief that we can dig ourselves out of it." pungkas Sidney Crosby, Kapten Pittsburgh Penguins.

Di sisi lain, pertanyaan dari pendukung Penguins juga mengarah pada skenario hipotesis mengenai bagaimana sambutan publik Philadelphia jika Crosby memutuskan pensiun setelah pertandingan terakhir di sana.

"Hypothetical situation: It’s Crosby’s final season, whenever that is. His final game is in Philadelphia. What kind of reception does he get?" tanya @PensFan1977, Penggemar Penguins.

Yohe merespons pertanyaan tersebut dengan keyakinan bahwa publik Philadelphia akan memberikan penghormatan terakhir yang meriah bagi sang rival, berkaca pada momen pensiun Mario Lemieux pada tahun 1997.

"This is a very funny question. Silly as it sounds, I think the citizens of the eastern side of the commonwealth will rise as one and give him a standing ovation when he last plays a game in Philly. I know, I know, you can’t imagine it happening. They did it for Mario Lemieux when he was retiring in 1997. I think they’ll do it for Sid, maybe not so much because they like him in any way, but more as a way of saying thank you for being the person they could freely hate with such passion for more than two decades." jawab Josh Yohe, Jurnalis The Athletic.

Selain masalah kontrak Crosby, pendukung dengan akun @letangcult juga menyoroti kebutuhan perbaikan lini pertahanan Penguins pada sektor kanan untuk musim depan.

"How do you fix the defense?" tanya @letangcult, Penggemar Penguins.

Yohe menilai manajemen Penguins perlu mendatangkan pemain baru berkualitas pada barisan pertahanan kedua dan ketiga mereka demi menjaga stabilitas tim yang selama ini kurang mengutamakan budaya bertahan.

"I don’t make enough money to answer this question properly. But the Penguins really, really need to upgrade on the right side of their second and third defensive pairings. That would go a long way. There simply isn’t a culture of playing defense in Pittsburgh. It’s never going to be a priority, but better players on the blue line would help." jelas Josh Yohe, Jurnalis The Athletic.

Kekhawatiran juga muncul dari akun @TheConfluence mengenai daya tarik bisnis dan kehadiran penonton di stadion jika Penguins tidak lagi diperkuat oleh talenta generasi emas seperti Crosby atau Evgeni Malkin yang kontraknya habis per 1 Juli.

"I don’t think the fan base is ready for a Penguins roster without any “generational” talent. Since 1984, we’ve had Mario Lemieux, Jaromir Jagr, Sidney Crosby and Evgeni Malkin on the roster for all but a few years. Thoughts?" tanya @TheConfluence, Penggemar Penguins.

Menanggapi hal itu, Yohe membenarkan bahwa manajemen klub di bawah Kyle Dubas harus segera mencari bintang muda baru untuk mengamankan tingkat penjualan tiket pertandingan.

"From a business standpoint," tulis Josh Yohe, Jurnalis The Athletic.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author