Shin Tae yong Tetap Latih Persija Usai Sanksi KFA

Share

Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong tetap menjalankan tugasnya di Indonesia meskipun Asosiasi Sepak Bola Korea memvonisnya dengan sanksi penangguhan kualifikasi sepuluh tahun dan pengusiran permanen dari dunia sepak bola Korea Selatan.

Hukuman resmi tersebut diumumkan pada awal Juli 2026 akibat serangkaian kontroversi saat ia memimpin klub Ulsan HD. Sanksi dipicu perselisihan pemain, dugaan penganiayaan, serta kegiatan bermain golf sewaktu laga tandang.

Skandal itu bermula dari video viral Agustus lalu yang memperlihatkan insiden penamparan terhadap bek tengah Jung Seung-hyun. Peristiwa tersebut memicu penurunan performa Ulsan HD hingga berada di zona degradasi, sebelum akhirnya sang pelatih dipecat pascamenjabat dua bulan.

KFA mengonfirmasi keputusan Komite Disiplin terkait tindakan tegas terhadap sang juru taktik. Keputusan hukuman berat ini disampaikan langsung oleh otoritas sepak bola Korea Selatan kepada media setempat.

"Kami baru saja mengadakan pertemuan Komite Disiplin dan memutuskan untuk mengambil tindakan disiplin terhadap Pelatih Shin Tae-yong," ujar pejabat KFA.

Pihak KFA juga menegaskan bahwa yurisdiksi sanksi hanya berlaku di wilayah Korea Selatan. PSSI telah menerima laporan resmi, namun tidak menjatuhkan tindakan apa pun karena masa kontrak Shin bersama Persija berdurasi hingga 2029.

Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia tersebut menilai sanksi yang diterimanya mengandung ketidakadilan. Kendati demikian, ia memilih membatasi pernyataan resmi demi menjaga perasaan para mantan anak asuhnya di Ulsan HD.

"Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil, dan saya ingin mengungkapkan kebenaran, tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana sepak bola domestik tidak baik," kata Shin Tae-yong, Pelatih Persija Jakarta.

Perselisihan ini membuatnya mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya. Meski begitu, fokus utamanya saat ini tidak terganggu karena posisinya berada di luar yurisdiksi federasi Korea.

"Saya merasa ada banyak ketidakadilan dan saya benar-benar ingin maju untuk mengklarifikasi kebenaran. Namun, jika saya terus memperjuangkannya, pemain saya mungkin akan terluka, sementara suasana saat ini di sepak bola domestik tidak terlalu menguntungkan," tutur Shin Tae-yong, Pelatih Persija Jakarta.

Saat ini Shin Tae-yong memfokuskan perhatian penuh dalam membangun skuat Macan Kemayoran menggunakan formasi 3-4-3. Skema tersebut disiapkan sebagai fondasi utama Persija Jakarta menghadapi kompetisi Piala Presiden 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author