Serangan Amerika Serikat ke Iran Gagalkan Gencatan Senjata

Share

Tiga orang dilaporkan terluka akibat gelombang serangan terbaru yang dilancarkan oleh militer Amerika Serikat ke wilayah Iran pada Kamis (11/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pihak otoritas Teheran menyatakan aksi agresif tersebut telah membuat kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung menjadi tidak berarti lagi.

Pemerintah Iran langsung merespons tindakan tersebut dengan mengerahkan kekuatan militer mereka. Angkatan bersenjata Teheran dilaporkan telah mengeksekusi serangan balasan yang secara khusus menyasar sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Kecaman keras disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, melalui pernyataan resmi di media sosial X terkait aksi sepihak tersebut.

"Tanggung jawab penuh atas konsekuensi dari tindakan ilegal dan berbahaya ini terletak pada Amerika Serikat dan pihak mana pun yang berpartisipasi, memfasilitasi, atau membantu tindakan tersebut," tulis Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi di X dilansir CNN, Kamis (11/6/2026).

Kondisi rapuhnya status gencatan senjata saat ini juga mendapat sorotan tajam dari jajaran tinggi diplomatik Teheran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, turut menyampaikan keraguan mendalam mengenai efektivitas diplomasi yang sedang berjalan.

Menurut laporan Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA), Abbas Araghchi telah berkomunikasi langsung via telepon dengan Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas. Dalam pembicaraan tersebut, ia menegaskan bahwa serangan Washington merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional yang "membuat gencatan senjata tidak efektif," ungkapnya.

Protes terhadap kebijakan Washington juga datang dari lingkaran dalam Pemimpin Tertinggi Iran melalui peringatan keras yang dilayangkan kepada Presiden Donald Trump.

"membayangkan bahwa bom dapat menyelamatkannya dari rawa yang ia ciptakan sendiri," kata Rezaei.

Penasihat Militer Utama Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa Washington kini berada dalam posisi yang mempertaruhkan sisa kredibilitas terakhirnya di mata dunia internasional jika tidak menerima persyaratan yang diajukan oleh pihak Teheran.

"Tetapi rudal Iran akan menjerumuskannya lebih dalam lagi ke dalamnya," sambungnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author