SBS On Demand Tayangkan Koleksi Film Pilihan MIFF 2026

Share

Dua programmer Melbourne International Film Festival membagikan kurasi koleksi film klasik pilihan di layanan streaming SBS On Demand menjelang pelaksanaan festival pada 6 hingga 23 Agustus 2026.

Kate Jinx dan Kate Fitzpatrick selaku kurator festival merilis daftar film tersebut agar penonton dapat menikmatinya sebelum festival resmi mengambil alih bioskop-bioskop di Melbourne.

Salah satu film yang masuk dalam daftar kurasi adalah Bedevil karya Tracey Moffat, yang merupakan perempuan Aborigin pertama yang menyutradarai film naratif panjang.

"It’s such an incredibly vivacious film," kata Fitzpatrick, kurator MIFF.

Film triptik horor tentang kisah hantu First Nations ini sebelumnya telah memulai debut di Festival Film Cannes pada tahun 1993.

"To see Tracey’s eye translate onto the screen across a narrative setting is really quite extraordinary," ujar Jinx, kurator MIFF.

Jinx menambahkan bahwa karya tersebut merupakan film yang sangat indah dan mengesankan bagi para penonton.

"It’s a really gorgeous, galvanising film," tutur Jinx.

Selain itu, terdapat film drama ruang sidang peraih Palme d'Or berjudul Anatomy of a Fall yang dibintangi oleh Sandra Hüller.

"Otto Preminger’s Anatomy of a Murder is one of my all-time favourite films, and this riffs on that wonderfully," kata Fitzpatrick.

Fitzpatrick juga menilai film ini memberikan wawasan yang sangat menarik mengenai sistem hukum yang berlaku di Prancis.

"It’s also an incredibly interesting insight into the French legal system," ucap Fitzpatrick.

Kurasi berikutnya adalah film La Chimera garapan sutradara asal Italia, Alice Rohrwacher, yang berlatar di wilayah Tuscany pada era 1980-an.

"This is one of my favourite films of the last decade," kata Jinx.

Jinx menyatakan kekagumannya pada karya-karya Rohrwacher yang dinilai luar biasa dalam menyajikan narasi pencarian harta karun bawah tanah.

"Alice Rohrwacher’s films are sublime. Josh’s character has this preternatural ability to focus on treasure under the earth, while he’s also looking for his lost love. It’s very much about how we view art, and what history should we be pulling up and dealing with?" ujar Jinx.

Di sisi lain, keindahan visual film tersebut juga mendapat pujian atas aspek sinematografi yang dikerjakan oleh Hélène Louvart.

"It has a grainy, hazy look that’s so beautiful. I love the texture of Rohrwacher’s films." kata Fitzpatrick.

Selanjutnya, film First Cow karya sutradara Kelly Reichardt turut masuk dalam daftar rekomendasi yang menyajikan kisah hubungan dua orang di Oregon pada tahun 1820-an.

"I was astounded by it, and I love that Reichardt collaborated again with short story-writer Jonathan Raymond (Old Joy, Wendy and Lucy)," kata Jinx.

Jinx memuji penampilan memukau dari para pemeran utama, yakni John Magaro dan Orion Lee, dalam film tersebut.

"John Magaro and Orion Lee’s performances are quite beautiful." tutur Jinx.

Fitzpatrick juga sepakat dan menyukai sudut pandang penyutradaraan Reichardt yang menganggap karya ini sebagai film petualangan yang memperhatikan aspek hewan.

"I really love that Reichardt refers to it as a caper film, looking at it through that lens, and how much she pays attention to animals." kata Fitzpatrick.

Rekomendasi berikutnya adalah drama komedi Bob Trevino Likes It yang dibintangi oleh Barbie Ferreira dan John Leguizamo berdasarkan kisah nyata sutradara Tracie Laymon.

"Barbie has this wide-eyed naivety to her performances, which really draws me in," kata Fitzpatrick.

Menurut Fitzpatrick, cerita yang mengangkat tema media sosial ini mampu memberikan kejutan tersendiri bagi penonton yang menyaksikannya.

"You think you know where this one’s going, with social media, but it surprises you." ucap Fitzpatrick.

Jinx menyetujui pendapat tersebut dan menilai film ini memiliki narasi yang sangat menyenangkan untuk diikuti.

"It’s such a lovely, heartwarming story." kata Jinx.

Film lain yang masuk kurasi adalah Corsage karya Marie Kreutzer yang berlatar tahun 1877 dan dibintangi oleh aktris Vicky Krieps.

"It’s a really great, feminist film, written and directed by a woman, with so many women who’ve given great performances and worked on it behind the scenes," kata Fitzpatrick.

Namun, Fitzpatrick menyayangkan film ini sempat ditarik dari bioskop akibat tindakan salah satu kru pria yang terbukti bersalah dalam kasus hukum kasus pornografi anak.

"But it was pulled from theatres because of the actions of a heinous man who worked on it who was found guilty of hoarding child pornography." ujar Fitzpatrick.

Daftar rekomendasi ini juga memuat film romansa lansia asal Iran berjudul My Favourite Cake yang disutradarai oleh Maryam Moghadam dan Behtash Sanaeeha.

"I was blown away by how much heart this one has," kata Jinx.

Jinx mengagumi karakter Mahin yang dinilai lucu, penuh semangat, dan mampu membawa penonton terhanyut dalam kisah cintanya.

"Mahin’s old enough to remember pre-revolution. She is so funny, feisty and full of life. When she finds love, you are right there with her." ucap Jinx.

Fitzpatrick menambahkan bahwa dirinya sangat menyukai kisah romansa masa tua tersebut karena tema tersebut sangat jarang digambarkan dalam industri perfilman.

"That was the real draw card for me, because you rarely see it depicted in film." kata Fitzpatrick.

Koleksi film terakhir yang direkomendasikan adalah Blue Jean karya sutradara Inggris Georgia Oakley yang berlatar belakang era kebijakan Margaret Thatcher tahun 1980-an.

"Rosy’s great at conveying this inner turmoil of having to live through this horrible time," kata Jinx.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author