Sarwendah Bantah Persulit Ruben Onsu Temui Anak Pascaperceraian
Penyanyi Sarwendah memberikan klarifikasi terkait konflik pascaperceraian dengan Ruben Onsu mengenai hak asuh anak dan pembagian harta gana-gini di Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin (1/6/2026) malam.
Permasalahan ini mencuat setelah pihak Ruben Onsu merasa tidak mendapatkan hak sebagai ayah, nafkah dihentikan, hingga persoalan rumah tinggal yang masih menjadi jaminan utang perusahaan, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.
Sarwendah menyampaikan pernyataannya secara daring melalui sambungan panggilan video karena harus menyelesaikan pekerjaan.
"Maaf saya nggak bisa hadir soalnya saya masih ada kerjaan… dan nyari duit halal kan… dan segala sesuatunya udah diwakilkan sama kuasa hukum saya, gitu," kata Sarwendah.
Mantan anggota grup selebritas Cherrybelle tersebut menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah masa depan dan kepentingan anak-anak mereka.
"Jadi ya semoga semuanya bisa diselesaikan dengan baik-baik sesuai dengan kesepakatan karena sekali lagi dan terus menerus saya selalu memikirkan kasihan dengan anak-anak saya, gitu. Terima kasih ya. Maaf nih saya harus kembali nyari duit lagi. Kalian bisa melihat saya juga lagi live nyari duit," ungkap Sarwendah.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menolak tuduhan yang menyatakan kliennya menghambat komunikasi atau pertemuan antara Ruben Onsu dengan anak-anaknya.
Chris menjelaskan bahwa Sarwendah justru menjadi pihak yang lebih aktif menghubungi Ruben selama proses perceraian berlangsung, namun sering kali diarahkan untuk berbicara dengan kuasa hukum.
"Wenda itu malah lebih sering me-chat RO pada saat proses perceraian. Lalu dari pihak RO balasnya, 'Hubungi lawyer saya'. Itu yang selalu dibilang, saya ditunjukin chat-nya. Jadi sebenarnya yang menolak komunikasi langsung dari awal adalah RO," ujar Chris Sam Siwu, Kuasa Hukum Sarwendah.
Menurut Chris, urusan hukum tidak boleh mengorbankan kepentingan anak-anak, dan pihak Ruben harus membuktikan jika memang ada tindakan penghalangan secara langsung.
"Tunjukkan deh, kalau nggak buktinya dia WA ke klien saya. Jangan 6 bulan lalu dia WA, terus nggak pernah balas, nggak pernah chat lagi terus dibilang ini dipersulit. Nggak gitu komunikasi. Ada anak," tegas Chris Sam Siwu.
Chris menambahkan bahwa pembuktian mengenai tuduhan mempersulit pertemuan tersebut hanya sah jika Ruben benar-benar datang ke rumah namun dihalangi oleh pihak Sarwendah.
"Misalnya RO datang, 'Oh anaknya nggak ada di rumah', nah itu bisa dibilang mempersulit. Tapi kalau ada jadwal les, bapaknya maksa mau minta anaknya, loh sekarang masa nggak diambil langsung dari tempat les. Ya psikologis anak juga kan bermasalah," tambah Chris Sam Siwu.
Mengenai pembagian harta bersama, pihak Sarwendah mengklarifikasi isu memilih-milih aset dan menjelaskan bahwa dari empat properti yang ada, kliennya hanya meminta satu rumah untuk tempat tinggal anak-anak.
Namun, pihak keluarga terkejut karena rumah di Jakarta Selatan yang disepakati tersebut ternyata masih menjadi agunan bank atas utang bernilai besar yang diajukan oleh Ruben.
"Jujur aja kami merasa kecolongan. Kenapa? Rumah yang diberikan ke kami itu adalah aset yang tidak bersih, dijaminkan di bank dengan utang yang fantastis. Di mana yang mengajukan ke pihak bank adalah RO. Di dalam kesepakatan RO harus membayar," jelas Chris Sam Siwu.
Chris mengungkapkan bahwa kesepakatan pelunasan utang terus berubah dari yang awalnya tanggung jawab Ruben, menjadi usulan dibagi dua, hingga akhirnya Sarwendah bersedia melunasi sendiri asalkan status kepemilikan rumah langsung dibalik nama.
Meskipun Sarwendah sudah menunjukkan iktikad baik untuk melunasi sisa utang secara mandiri, pihak Ruben diduga mengajukan syarat tambahan yang memberatkan.
"Setelah klien kami memutuskan, 'Oke kita akan lunasi', ada lagi tambahannya, minta dikembalikan uang yang sudah dibayar sebelumnya. Coba bayangkan, yang sudah Ruben bayarkan ke bank itu minta dibalikin," ungkap Chris Sam Siwu.
Proses negosiasi yang terus berubah di menit-menit terakhir ini membuat pihak Sarwendah mempertanyakan ketulusan penyelesaian masalah dari pihak mantan suaminya.
"Kita sudah mengalah akhirnya dibagi dua, last minute mereka billing harus Wenda yang bayar semua. Ini apa lagi gitu yang mau dipermasalahkan oleh pihak mereka," pungkas Chris Sam Siwu.