Sandy Tumiwa Menjadi Staf Khusus Kesultanan Cirebon
Aktor Sandy Tumiwa kini beralih fokus untuk mendalami sejarah serta kebudayaan Nusantara hingga diangkat menjadi staf khusus di lingkungan Kesultanan Cirebon pada Senin (6/7/2026).
Langkah baru mantan suami Tesa Kaunang ini bermula dari ketertarikannya yang mendalam terhadap nilai-nilai historis setelah melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Indonesia, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.
"Panjanglah sepanjang karena kan memang saya pertama dunia artis, kedua kan saya juga fokus namanya apa, budaya ya. Saya kan keliling Jawa, keliling Sumatera, keliling gitu, jadi intinya saya mendalami semua tentang sejarah historis," kata Sandy Tumiwa.
Ketertarikan tersebut rupanya menarik perhatian pihak kesultanan hingga akhirnya ia diberikan kepercayaan untuk mengemban posisi penting di bawah naungan Sultan Sepuh Cirebon.
"Nah, akhirnya diliriklah sama salah satu sultan di Nusantara ini, yaitu Sultan Sepuh Cirebon. Akhirnya saya dipilih untuk menjadi salah satu staf khususnya beliau," lanjut Sandy Tumiwa.
Perjalanan spiritual Sandy dimulai sejak dirinya memutuskan memeluk agama Islam pada tahun 2014 lalu. Ia kemudian aktif mengunjungi berbagai daerah, mempelajari sejarah masuknya Islam, serta menemui banyak tokoh agama dan sesepuh setempat.
"Saya juga bertemu dengan para kiai-kiai, ulama, terus saya bertemu dengan para ustaz, dan belajar di sana. Jadi mendalami karena saya mualaf. Gitu, jadi saya mendalami sampai dengan ke sesepuh-sesepuh, terus juga ke tempat-tempat bersejarah. Disesuaikanlah waktunya gitu," ujar Sandy Tumiwa.
Melalui proses pembelajaran yang konsisten tersebut, Sandy akhirnya resmi mendapatkan mandat resmi untuk membantu administrasi dan program di lingkungan kesultanan.
"Baik, baik. Sekarang kebetulan saya kan lagi, apa, diangkat menjadi staf khusus Kesultanan Cirebon, dari Pangeran Kuda Putih, Sultan Sepuh Cirebon Pangeran Kuda Putih, yang ahli waris ya, dari Sunan Gunung Jati dan Pangeran Cakrabuana," tutur Sandy Tumiwa.
Di samping aspek pelestarian, Sandy menilai bahwa pengelolaan kebudayaan yang optimal memiliki dampak linier terhadap penguatan ekonomi masyarakat di daerah.
"Jadi kalau kita fokus tentang budaya aja itu udah bisa menghasilkan income pendapatan di daerahnya masing-masing. Hanya fokus ke budayanya aja ya. Nah ternyata kan juga budaya itu bukan cuma sekadar pakaian, tarian, tapi kan juga sebuah ekosistem yang ada di sana itu kan menjadi sebuah culture. Sehingga akhirnya bisa mendatangkan perekonomian untuk daerahnya gitu loh," pungkas Sandy Tumiwa.