San Jose Earthquakes Jamu LA Galaxy di Stanford Stadium

Share

San Jose Earthquakes menjamu LA Galaxy dalam laga derby California Clasico ke-105 di Stanford Stadium pada Sabtu, 25 Juli 2026. Pertandingan Major League Soccer (MLS) ini menjadi momentum penting bagi kedua tim untuk bangkit dari hasil buruk usai jeda Piala Dunia 2026. Earthquakes saat ini menduduki peringkat kedua Wilayah Barat dengan 32 poin dari 16 laga, sementara LA Galaxy tertahan di urutan ke-10 dengan 20 poin.

Pada laga sebelumnya hari Rabu, San Jose menelan kekalahan telak 0-4 dari Orlando City, sedangkan LA Galaxy kalah 1-3 dari St. Louis City. Menghadapi laga besar ini, penyerang San Jose Earthquakes Ousseni Bouda menyuarakan antusiasmenya terhadap atmosfer suporter di wilayah Bay Area.

"Saya sejujurnya terkesan dengan jumlah penonton yang datang dan betapa bersemangatnya orang-orang di area ini untuk Piala Dunia," kata penyerang Ousseni Bouda, pemain San Jose Earthquakes.

Antusiasme sepak bola di kawasan San Jose memang meningkat pesat, terutama setelah menjadi salah satu tuan rumah gelaran Piala Dunia 2026. "Saya pikir [dengan] energi itu, tidak ada waktu yang lebih baik bagi kami untuk menjalani Cali Clásico selain sekarang," kata Ousseni Bouda, penyerang San Jose Earthquakes.

Pelatih San Jose, Bruce Arena, juga menyoroti potensi besar pertumbuhan sepak bola di wilayah Bay Area setelah jeda turnamen internasional tersebut. "Tentu saja kami harus meraih kesuksesan di lapangan juga untuk memanfaatkan semua ini," kata Bruce Arena, pelatih San Jose Earthquakes.

Ia menambahkan bahwa dukungan publik lokal memberikan sinyal positif bagi masa depan klub dan kompetisi MLS secara keseluruhan. "Tetapi olahraga ini telah berkembang di negara ini dan tentu saja mendapat dukungan yang baik di area kami, jadi semoga itu menjadi hal baik bagi Earthquakes di masa depan, dan juga liga kami," kata Bruce Arena, pelatih San Jose Earthquakes. Arena optimistis dengan prospek jangka panjang timnya mengingat daya dukung wilayah yang sangat kuat.

"Potensi di sini luar biasa," kata Bruce Arena, pelatih San Jose Earthquakes.

"Ini adalah area yang hebat, Bay Area, dengan beberapa korporasi terbesar di dunia; demografinya sangat menguntungkan bagi olahraga kami," kata Bruce Arena, pelatih San Jose Earthquakes. Penyerang San Jose, Preston Judd, yang kini mengoleksi 11 gol musim ini, turut mengajak para suporter untuk memenuhi stadion pada laga derbi tersebut. "Khususnya dengan adanya Piala Dunia di kota ini, semua orang menunjukkan kecintaan mereka pada permainan ini," kata Preston Judd, penyerang San Jose Earthquakes.

Judd menegaskan bahwa timnya bertekad mempertahankan posisi puncak persaingan di papan atas Wilayah Barat.

"Kami memiliki tim yang bagus di sini di kota yang bisa mereka dukung. Jadi semua orang harus datang, dan kami memiliki peluang bagus tahun ini – kami berada di urutan pertama di Wilayah Barat, jadi kami harus terus melaju dan membuat para penggemar terus datang, hadirkan kemeriahannya," kata Preston Judd, penyerang San Jose Earthquakes. Bek All-Star San Jose, Daniel Munie, menilai antusiasme masyarakat akan memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan sepak bola di Amerika Serikat.

"Anda bisa melihat seolah sepak bola berarti sedikit lebih dari apa yang dipikirkan orang-orang," kata Daniel Munie, bek San Jose Earthquakes. Ia berharap pertandingan melawan LA Galaxy mampu menyuguhkan tontonan yang menghibur bagi para penggemar.

"Ini akan menjadi dorongan besar bagi sepak bola Amerika dan MLS ke depannya. Jadi saya sangat bersemangat melihat apa yang mampu dihasilkannya," kata Daniel Munie, bek San Jose Earthquakes. Di sisi lain, kekalahan pada laga terakhir memberikan evaluasi mendalam bagi jajaran pelatih Earthquakes. "Semoga kami bisa menyajikan pertunjukan yang bagus," kata Daniel Munie, bek San Jose Earthquakes.

Pelatih Bruce Arena menyoroti kelemahan barisan pertahanan timnya saat dibantai Orlando City di kandang sendiri.

"Awal pertandingan menyakiti kami," kata Bruce Arena, pelatih San Jose Earthquakes. Arena mengekspresikan kekecewaannya atas dua gol lawan yang tercipta melalui skema bola mati. "Kebobolan gol pertama dengan cara seperti yang kami alami sangat mengecewakan.

Saya pikir kami tidak pernah kebobolan dari situasi bola mati bertahan dalam 15 pertandingan pertama musim ini, dan kami kebobolan dua kali. Kami bermain buruk. Tidak ada alasan," kata Bruce Arena, pelatih San Jose Earthquakes.

Kondisi tak kalah sulit dialami LA Galaxy yang harus kehilangan sejumlah pemain pilar akibat cedera, akumulasi kartu, dan kepindahan pemain.

"Ya, harus terus berjuang," kata Greg Vanney, pelatih LA Galaxy. Pelatih LA Galaxy Greg Vanney mengungkapkan krisis kedalaman skuat yang dihadapi timnya menjelang laga tandang ini.

"Kami mungkin hanya memiliki sekitar 11 pemain yang ada di daftar 20 pemain kami untuk pertandingan (Sabtu) di antara pemain yang mungkin absen karena cedera, hukuman (atau) tidak ada di sini… (Rabu) kami berada di angka 14," kata Greg Vanney, pelatih LA Galaxy. Pada susunan pemain resmi LA Galaxy, pelatih Greg Vanney menurunkan kiper JT Marcinkowski serta mengandalkan Marco Reus dan Joseph Paintsil di lini depan, sementara bek Jakob Glesnes harus absen akibat akumulasi kartu kuning.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author