Samsung Sepakati Perjanjian Kerja Bersama untuk Cegah Pemogokan
Kesepakatan sementara mengenai upah dan kerja bersama berhasil dicapai oleh Samsung Electronics Co. dengan serikat pekerjanya pada Rabu malam waktu setempat guna mencegah rencana pemogokan massal yang dijadwalkan mulai Kamis, 21 Mei 2026.
Langkah taktis ini dilansir dari Bloombergtechnoz untuk meredakan tensi tinggi yang berisiko melumpuhkan operasional produsen memori chip terbesar di dunia tersebut. Manajemen Samsung menegaskan kesepakatan kompensasi baru ini mencakup divisi semikonduktor dengan target laba ambisius hingga tahun 2035.
Keputusan pembatalan mogok kerja ini langsung direspons positif oleh kalangan analis pasar modal karena mampu memangkas ketidakpastian industri teknologi global.
"Kesepakatan sementara antara serikat pekerja dan manajemen merupakan kabar baik dalam hal pengurangan ketidakpastian," kata Ha Seok-keun, kepala investasi di Eugene Asset Management.
Kekhawatiran terhadap aksi industrial ini sebelumnya sempat menekan valuasi emiten raksasa asal Korea Selatan tersebut di bursa saham.
"Karena kekhawatiran terkait potensi pemogokan, Samsung telah menjadi sangat undervalued dibandingkan dengan SK Hynix," kata Ha dari Eugene Asset Management.
Menurut laporan finansial perusahaan, Samsung juga menyetujui kenaikan gaji rata-rata sebesar 6,2% tahun ini beserta penyesuaian tunjangan anak dan pinjaman perumahan. Pemungutan suara anggota serikat pekerja terkait usulan perjanjian upah 2026 dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 pada 22 Mei hingga pukul 10.00 pada 27 Mei.