Samsung Display Siap Produksi Panel OLED MacBook Pro Bulan Depan

Share

Samsung Display dilaporkan siap memulai produksi massal panel OLED untuk perangkat MacBook Pro milik Apple Inc. pada bulan depan. Informasi ini bersumber dari laporan media Korea Selatan, thelec.kr.

Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, anak usaha Samsung tersebut telah mencatatkan tingkat hasil produksi (yield rate) OLED generasi 8.6 yang sangat tinggi, yakni mencapai 95 persen. Rencana pengiriman komponen ke rantai pasok perakitan Apple dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.

Tingkat hasil produksi sendiri merujuk pada rasio produk normal yang berhasil diproduksi dari bahan baku kaca (mother glass) yang dimasukkan. Dalam industri layar, tingkat efisiensi sekitar 90 persen umumnya sudah dinilai sebagai standar yang layak untuk memulai produksi massal.

Peningkatan yield rate yang berjalan cepat ini membawa dampak positif bagi perusahaan. Proses produksi menjadi lebih stabil dan beban biaya panel yang lebih tinggi dapat ditekan secara signifikan.

Apple diproyeksikan bakal meluncurkan varian MacBook Ultra pada tahun ini atau tahun depan. Perangkat papan atas tersebut dikabarkan akan mengusung teknologi layar sentuh OLED.

Sementara itu, lini MacBook Pro generasi berikutnya juga akan bermigrasi menggunakan panel OLED. Namun, teknologi layar yang disematkan pada varian Pro ini dilaporkan tidak memiliki fungsi sensor sentuh.

Kendala Rantai Pasok Global Dampak Tren AI

Meskipun persiapan panel layar berjalan lancar, peluncuran MacBook Ultra yang awalnya ditargetkan akhir tahun ini berpotensi mengalami perubahan jadwal. Ketersediaan produk kemungkinan diundur ke paruh pertama 2027 akibat keterbatasan pasokan RAM.

Laporan dari MacRumors mengungkapkan bahwa krisis chip memori global saat ini menjadi hambatan terbesar bagi industri teknologi. Masalah ini juga memicu penundaan rilis produk lain seperti Mac Studio, yang jadwalnya bergeser dari pertengahan 2026 menjadi sekitar Oktober tahun ini.

Kelangkaan komponen tersebut dipicu oleh melonjaknya permintaan chip memori oleh berbagai perusahaan teknologi global demi memenuhi kebutuhan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Fenomena ini menyedot stok global sehingga berdampak langsung pada rantai pasok perangkat konsumen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author