Samsung Kembangkan Sistem Pendingin Cair Aktif untuk Smartphone Galaxy
Samsung dilaporkan sedang mengembangkan sistem pendingin cair aktif atau liquid cooling baru untuk mengatasi masalah penurunan performa akibat suhu panas atau throttling performance pada ponsel pintar flagship lini Galaxy masa depan.
Langkah ini diambil melalui pendirian tim riset khusus di Production Technology Research Institute guna meneliti sejumlah teknik pendinginan aktif, seperti dilansir dari Detik iNET pada Minggu (31/5/2026).
Direktur Laboratorium di Production Technology Research Institute, Park Min, mengonfirmasi fokus penelitian yang sedang berjalan tersebut untuk mengoptimalkan pembuangan panas pada chipset.
"Sistem liquid cooling menggunakan struktur yang terhubung langsung dengan chipset," kata Park Min, Direktur Laboratorium di Production Technology Research Institute.
Mekanisme pendinginan berbasis cairan ini akan bekerja dengan cara mengalirkan zat cair dalam sirkulasi tertutup di dalam perangkat smartphone.
Meskipun sistem air cooling yang mengandalkan udara dinilai cukup efektif, keberadaan komponen kipas memiliki efek samping berupa bobot yang berat dan suara berisik.
Penerapan teknologi manajemen suhu berbasis cairan dan udara sebenarnya bukan hal baru di industri gawai karena vendor seperti Oppo, Vivo, dan Nubia sudah merilis produk serupa.
Sebagian besar perangkat Samsung saat ini masih mengandalkan sistem vapor chamber, sementara chipset Exynos 2600 teranyar dibekali teknologi Heat Pass Block agar suhu tetap terjaga.
Kehadiran sistem manajemen panas yang optimal menjadi sangat krusial bagi ponsel flagship masa depan guna mendukung aktivitas gaming dan menjaga stabilitas performa kecerdasan buatan atau AI on-device.
Hingga saat ini, teknologi pendingin aktif tersebut dilaporkan masih berada dalam pengembangan tahap awal, sehingga belum dipastikan model smartphone Galaxy apa yang akan mengadopsinya pertama kali.