Saham UNIC Melonjak Jelang Batas Akhir Pembelian Dividen Final
Harga saham PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) melonjak sebesar 3,60 persen menuju level Rp15.125 per lembar pada penutupan perdagangan Senin, 25 Mei 2026. Kenaikan ini terjadi tepat sehari sebelum tenggat akhir pembelian saham yang berhak atas dividen atau cum date di pasar reguler dan negosiasi.
Pergerakan saham satu-satunya produsen bahan baku deterjen jenis Alkylbenzene di Indonesia ini tercatat telah melejit hingga 18,40 persen dalam kurun waktu sepekan terakhir sebelum memasuki masa cum date. Dilansir dari Investor Daily melalui koranmanado.co.id, potensi yield dividen final yang ditawarkan oleh perseroan berada pada angka 9,56 persen berdasarkan harga penutupan tersebut.
Angka yield ini bergerak dinamis dibandingkan dengan perdagangan intraday pada Rabu, 20 Mei 2026, saat saham UNIC berada di level Rp12.800 dengan tawaran yield sebesar 11,3 persen. Manajemen perseroan kini bersiap mendistribusikan total dividen tunai final tahun buku 2025 senilai Rp554,68 miliar atau sebesar Rp1.447 per lembar saham.
Alokasi dana pembagian keuntungan tersebut bersumber dari laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang mencapai US$36,98 juta. Nilai ini dikonversi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 12 Mei 2026 sebesar Rp17.415 per dolar AS untuk pemegang 383.331.363 saham.
Sebelumnya, UNIC telah mengucurkan dividen interim sebesar Rp82,41 miliar atau setara Rp215 per saham pada Oktober 2025. Penggabungan kedua tahapan pembayaran ini membuat total dividen keseluruhan untuk tahun buku 2025 mencapai angka Rp637,09 miliar atau total Rp1.662 per lembar saham.
Keputusan pemanfaatan keuntungan ini telah memperoleh persetujuan mutlak dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 18 Mei 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Forum tersebut dihadiri pemilik 70,51 persen hak suara dan disetujui sepenuhnya oleh pemegang saham yang hadir.
Pertemuan tersebut juga menyepakati alokasi dana cadangan wajib sebesar USD 100.000 dari laba tahun berjalan. Hingga akhir Desember 2025, perusahaan masih mengantongi saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar US$238,904 juta dengan total ekuitas mencapai US$322,90 juta.
Manajemen menetapkan proses penyaringan daftar pemegang saham yang berhak menerima keuntungan jatuh pada tanggal 2 Juni 2026 hingga pukul 16.00 WIB. Sementara itu, periode ex dividen pasar reguler terjadwal pada 29 Mei 2026, diikuti cum dividen pasar tunai pada 2 Juni 2026 dan penutupan pencatatan penerima hak di hari yang sama.
Tahapan pencairan dana serta pembayaran dividen tunai kepada para investor terjadwal selesai direalisasikan pada 9 Juni 2026.