Saham Teknologi Anjlok Seret Bursa AS Nasdaq Turun S&P Terkoreksi

Share

Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa setelah saham-saham perusahaan teknologi mengalami kejatuhan masif yang menghentikan reli kenaikan beberapa hari terakhir, dilansir dari Bloombergtechnoz. Penurunan tajam melanda indeks Nasdaq 100 sebesar 1,9 persen, indeks S&P 500 terkoreksi tipis 0,6 persen, dan indeks Semikonduktor Philadelphia merosot hingga 5,7 persen, sementara imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 10-tahun berada di level 4,43 persen. Kepala teknikal pasar di BTIG Jonathan Krinsky mengamati penurunan performa pasar ini dalam laporan resminya.

<"Momentum penguatan jelas mulai memudar,"> tulis Jonathan Krinsky, kepala teknikal pasar di BTIG.

Krinsky memaparkan situasi lebih lanjut mengenai berkurangnya keberanian sebagian investor setelah melihat penurunan indeks semikonduktor. <"indeks SOX telah memerah selama lima dari sembilan hari terakhir karena sebagian investor mulai "kehilangan keberanian".">

Sentimen kehati-hatian investor juga disampaikan oleh analis pasar lainnya di tengah penurunan harga minyak mentah West Texas Intermediate sebesar 5 persen ke kisaran 77 dolar AS per barel menjelang pakta damai fisik AS-Iran di Swiss pada hari Jumat. <"Waspadai optimisme yang berlebihan,"> ujar Ed Clissold, kepala strategi AS di Ned Davis Research.

Clissold memberikan penegasan bahwa pergerakan pasar cenderung menahan diri sebelum munculnya perkembangan baru dari sektor geopolitik global. Di sisi lain, saham SpaceX melonjak 4,8 persen setelah menyepakati akuisisi perusahaan rintisan Cursor senilai 60 miliar dolar AS demi mengejar ketertinggalan penyediaan alat pemrograman dari kompetitor, sementara survei Bank of America memproyeksikan tren kenaikan saham berbasis kecerdasan buatan masih berlanjut akibat dorongan fenomena FOMO. Analis Wedbush Dan Ives memberikan pandangan positif mengenai signifikansi langkah korporasi SpaceX ini bagi sektor teknologi secara luas.

<"Langkah SpaceX untuk melantai di bursa merupakan momen pembuka jalan yang penting bagi sektor teknologi yang lebih luas">

Ives menilai kondisi ini memberikan optimisme terhadap debut masa depan OpenAI dan Anthropic di pasar modal. <"Sektor teknologi dan perdagangan cip masih memiliki ruang yang sangat besar untuk bergerak lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Tren permintaan yang luar biasa dari hasil pengecekan berkala kami di Asia memberikan keyakinan lebih lanjut untuk tetap mengoleksi saham-saham teknologi memasuki paruh kedua tahun 2026, didukung oleh lintasan pertumbuhan yang lebih kuat ke depannya,"> ujarnya. Kini fokus pelaku pasar beralih ke rapat perdana bank sentral AS di bawah kepemimpinan gubernur baru Kevin Warsh yang diproyeksikan oleh Bloomberg Economics akan mendobrak tradisi lama era Jerome Powell dengan tidak menyerahkan grafik proyeksi suku bunga ke dalam dot plot.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author