Saham RANS Melonjak hingga Batas ARA Saat Debut Perdana di BEI
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026, dan langsung menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).
Saham emiten media dan hiburan ini melonjak sebesar 34,12 persen dari harga penawaran umum perdana (IPO) Rp 170 per saham menjadi Rp 228 per saham.
Berdasarkan data perdagangan pada pukul 09.01 WIB, volume transaksi saham RANS mencapai sekitar 183,95 juta saham dengan frekuensi sebanyak 1.690 kali. Di antrean beli (bid) masih terdapat lebih dari 19 juta lot pada harga Rp 228, sedangkan antrean jual (offer) terpantau kosong.
Meskipun mencatat pertumbuhan positif pada hari pertama perdagangan, laporan keuangan perseroan dalam prospektus yang diterbitkan pada Selasa, 23 Juni 2026, menunjukkan penurunan kinerja keuangan. RANS membukukan pendapatan sebesar Rp 353,38 milar pada 2025, turun 13,91 persen dibandingkan pendapatan 2024 yang mencapai Rp 410,50 miliar, serta lebih rendah dari perolehan 2023 sebesar Rp 437,81 miliar.
Penurunan kinerja ini berimbas pada laba tahun berjalan 2025 yang tercatat sebesar Rp 56,69 miliar, atau menyusut 41,60 persen dibandingkan laba 2024 sebesar Rp 97,07 miliar. Dari sisi neraca, total aset perseroan pada akhir 2025 berada di angka Rp 461,03 miliar, dengan ekuitas sebesar Rp 340,80 miliar dan liabilitas mencapai Rp 120,23 miliar. Namun, kas dan setara kas perseroan meningkat menjadi Rp 100,13 miliar.
Manajemen menjelaskan bahwa kemerosotan performa finansial pada tahun 2025 tersebut dipicu oleh melemahnya kontribusi dari lini bisnis duta merek dan manajemen talenta.
"Pendapatan Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar Rp57.118.332.042 atau 13,91 persen, yaitu dari Rp410.495.372.937 untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2024 menjadi Rp353.377.040.895 untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2025," ungkap perseroan.
Pihak manajemen menambahkan bahwa penurunan pendapatan dari sektor pengelolaan talenta ini mencapai lebih dari separuh pencapaian tahun sebelumnya.
"Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen duta merek dan talent management sebesar Rp55.254.268.335 atau 51,55 persen, dari Rp107.182.959.318 pada tahun 2024 menjadi Rp51.928.690.983 pada tahun 2025," tulis RANS Entertainment dalam prospektus.
Selain faktor manajemen talenta, penurunan juga terjadi pada penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis intellectual property (IP) sebesar Rp 15,55 miliar. Ditambah lagi, perseroan kehilangan kontribusi pendapatan dari segmen olahraga sebesar Rp 9,78 miliar setelah melepas PT RPKSB pada tahun 2024.
Kendati demikian, manajemen menyatakan bahwa sebagian penurunan pendapatan pada 2025 tersebut tidak berulang (non-recurring) karena dipengaruhi oleh pelepasan entitas anak yang memengaruhi perbandingan laporan keuangan antarkomparasi.
"Sementara itu, penurunan pada segmen duta merek dan talent management serta penjualan produk terutama dipengaruhi oleh kondisi pasar," tulis RANS.