Sadiq Khan Kritik Boris Johnson Terkait Kontrak London Stadium West Ham
Kerugian besar kini membayangi warga London akibat kesepakatan penggunaan London Stadium oleh klub West Ham United. Hal itu memicu kritik tajam dari Wali Kota London, Sir Sadiq Khan, kepada pendahulunya, Boris Johnson, seperti dilansir dari Bola.
Perjanjian yang diteken saat Boris Johnson masih menjabat sebagai Wali Kota London tersebut dinilai sebagai kesepakatan terburuk. Dampak finansial ini berpotensi semakin membengkak apabila West Ham terdegradasi dari Premier League musim ini.
Saat ini posisi West Ham sedang kritis di peringkat ke-18 klasemen sementara Premier League dengan sisa dua pertandingan. Sementara itu, Tottenham Hotspur selaku rival sekota berada satu tingkat di atas zona degradasi dan belum sepenuhnya aman.
Melihat situasi tersebut, Sadiq Khan berseloroh agar warga London yang bukan pendukung Tottenham turut memberikan dukungan kepada West Ham. Langkah itu diharapkan bisa membantu The Hammers bertahan di kompetisi kasta tertinggi Inggris.
Penurunan kasta West Ham ke Championship diprediksi bakal menghilangkan pendapatan City Hall dan pembayar pajak di London hingga 2,5 paun per tahun. Hal ini terjadi karena Pemerintah London melalui Greater London Authority (GLA) harus menanggung mayoritas biaya operasional stadion.
"What I'd say to Londoners who aren't Tottenham fans is, you might want to support West Ham," ujar Sadiq Khan.
"The previous mayor, Boris Johnson, did the worst deal imaginable."
"For West Ham, it's the deal of the century because they basically got this amazing stadium for next to no rent for 100 years."
"Now if West Ham get truncated, we, the taxpayers, City Hall, could lose up to £2.5 million every year."
Detail Kontrak yang Dianggap Terlalu Menguntungkan
Berdasarkan kontrak berdurasi 99 tahun yang disepakati pada era Boris Johnson, West Ham hanya menyetor sekitar 4,4 juta paun per tahun untuk sewa stadion. Namun, GLA tetap berkewajiban menanggung biaya tambahan meliputi keamanan, stewarding, hingga operasional lainnya.
Masalah baru akan muncul jika West Ham turun kasta karena pemasukan komersial stadion otomatis merosot drastis. Di sisi lain, jumlah pertandingan kandang di Championship bertambah menjadi 23 laga dibandingkan 19 laga di Premier League.
Pertambahan jumlah pertandingan tersebut secara otomatis akan menaikkan biaya pengamanan stadion. Akibatnya, alokasi dana dari uang pajak warga London untuk menyubsidi operasional London Stadium dipastikan semakin membengkak.