Rusia Serang Kyiv hingga Bakar Biara Ortodoks Bersejarah

Share

Serangan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) oleh militer Rusia menghantam wilayah Ukraina pada Senin (15/6/2026) malam hingga mengakibatkan sedikitnya 11 orang tewas di seluruh negeri dan memicu kebakaran besar di kompleks biara Ortodoks Kyiv-Pechersk Lavra. Seperti dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP pada Selasa (16/6/2026), gempuran tersebut memaksa penduduk ibu kota Kyiv melarikan diri ke tempat berlindung sepanjang malam di tengah jatuhnya puing-puing rudal yang terbakar. Khusus di kota Kyiv, serangan itu menewaskan lima orang dan melukai 34 orang, serta membakar atap Katedral Dormisi yang merupakan situs warisan dunia UNESCO. Pihak Ukraina menyatakan Moskow melepaskan 70 rudal dan 611 drone, dengan klaim pertahanan udara mereka berhasil menembak jatuh 50 rudal dan 582 drone.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky langsung menyerukan tekanan yang lebih kuat terhadap Moskow kepada para pemimpin G7 yang tengah melangsungkan KTT di Prancis. Kepada Presiden AS Donald Trump, Zelensky juga menyatakan kesiapannya untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Amerika Serikat.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial. Zelensky kemudian mengunjungi lokasi kejadian dan menegaskan bahwa dua drone Rusia sengaja diarahkan ke kompleks biara abad ke-11 tersebut, sembari menunggu tanggapan Rusia atas usulan pertemuan di AS.

Di sisi lain, militer Rusia mengonfirmasi telah meluncurkan serangan besar-besaran terhadap target militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro, namun membantah sengaja menyasar kompleks Lavra. Pihak Moskow berargumen bahwa kerusakan pada biara tersebut disebabkan oleh hantaman rudal sistem pertahanan udara Patriot pasokan AS milik Ukraina yang sudah usang.

Seorang biarawan yang menetap di kompleks biara tersebut memberikan kesaksian mengenai situasi mencekam saat ledakan terjadi subuh hari. "Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial. Zelensky kemudian mengunjungi lokasi kejadian dan menegaskan bahwa dua drone Rusia sengaja diarahkan ke kompleks biara abad ke-11 tersebut, sembari menunggu tanggapan Rusia atas usulan pertemuan di AS.

Di sisi lain, militer Rusia mengonfirmasi telah meluncurkan serangan besar-besaran terhadap target militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro, namun membantah sengaja menyasar kompleks Lavra.

Pihak Moskow berargumen bahwa kerusakan pada biara tersebut disebabkan oleh hantaman rudal sistem pertahanan udara Patriot pasokan AS milik Ukraina yang sudah usang. Seorang biarawan yang menetap di kompleks biara tersebut memberikan kesaksian mengenai situasi mencekam saat ledakan terjadi subuh hari. "Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial.

Zelensky kemudian mengunjungi lokasi kejadian dan menegaskan bahwa dua drone Rusia sengaja diarahkan ke kompleks biara abad ke-11 tersebut, sembari menunggu tanggapan Rusia atas usulan pertemuan di AS.

Di sisi lain, militer Rusia mengonfirmasi telah meluncurkan serangan besar-besaran terhadap target militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro, namun membantah sengaja menyasar kompleks Lavra. Pihak Moskow berargumen bahwa kerusakan pada biara tersebut disebabkan oleh hantaman rudal sistem pertahanan udara Patriot pasokan AS milik Ukraina yang sudah usang.

Seorang biarawan yang menetap di kompleks biara tersebut memberikan kesaksian mengenai situasi mencekam saat ledakan terjadi subuh hari. "Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial.

Zelensky kemudian mengunjungi lokasi kejadian dan menegaskan bahwa dua drone Rusia sengaja diarahkan ke kompleks biara abad ke-11 tersebut, sembari menunggu tanggapan Rusia atas usulan pertemuan di AS. Di sisi lain, militer Rusia mengonfirmasi telah meluncurkan serangan besar-besaran terhadap target militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro, namun membantah sengaja menyasar kompleks Lavra. Pihak Moskow berargumen bahwa kerusakan pada biara tersebut disebabkan oleh hantaman rudal sistem pertahanan udara Patriot pasokan AS milik Ukraina yang sudah usang.

Seorang biarawan yang menetap di kompleks biara tersebut memberikan kesaksian mengenai situasi mencekam saat ledakan terjadi subuh hari.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial. Zelensky kemudian mengunjungi lokasi kejadian dan menegaskan bahwa dua drone Rusia sengaja diarahkan ke kompleks biara abad ke-11 tersebut, sembari menunggu tanggapan Rusia atas usulan pertemuan di AS. Di sisi lain, militer Rusia mengonfirmasi telah meluncurkan serangan besar-besaran terhadap target militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro, namun membantah sengaja menyasar kompleks Lavra.

Pihak Moskow berargumen bahwa kerusakan pada biara tersebut disebabkan oleh hantaman rudal sistem pertahanan udara Patriot pasokan AS milik Ukraina yang sudah usang.

Seorang biarawan yang menetap di kompleks biara tersebut memberikan kesaksian mengenai situasi mencekam saat ledakan terjadi subuh hari. "Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial.

Zelensky kemudian mengunjungi lokasi kejadian dan menegaskan bahwa dua drone Rusia sengaja diarahkan ke kompleks biara abad ke-11 tersebut, sembari menunggu tanggapan Rusia atas usulan pertemuan di AS. Di sisi lain, militer Rusia mengonfirmasi telah meluncurkan serangan besar-besaran terhadap target militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro, namun membantah sengaja menyasar kompleks Lavra.

Pihak Moskow berargumen bahwa kerusakan pada biara tersebut disebabkan oleh hantaman rudal sistem pertahanan udara Patriot pasokan AS milik Ukraina yang sudah usang. Seorang biarawan yang menetap di kompleks biara tersebut memberikan kesaksian mengenai situasi mencekam saat ledakan terjadi subuh hari. "Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial.

Zelensky kemudian mengunjungi lokasi kejadian dan menegaskan bahwa dua drone Rusia sengaja diarahkan ke kompleks biara abad ke-11 tersebut, sembari menunggu tanggapan Rusia atas usulan pertemuan di AS.

Di sisi lain, militer Rusia mengonfirmasi telah meluncurkan serangan besar-besaran terhadap target militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro, namun membantah sengaja menyasar kompleks Lavra. Pihak Moskow berargumen bahwa kerusakan pada biara tersebut disebabkan oleh hantaman rudal sistem pertahanan udara Patriot pasokan AS milik Ukraina yang sudah usang. Seorang biarawan yang menetap di kompleks biara tersebut memberikan kesaksian mengenai situasi mencekam saat ledakan terjadi subuh hari.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial.

Zelensky kemudian mengunjungi lokasi kejadian dan menegaskan bahwa dua drone Rusia sengaja diarahkan ke kompleks biara abad ke-11 tersebut, sembari menunggu tanggapan Rusia atas usulan pertemuan di AS. Di sisi lain, militer Rusia mengonfirmasi telah meluncurkan serangan besar-besaran terhadap target militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro, namun membantah sengaja menyasar kompleks Lavra.

Pihak Moskow berargumen bahwa kerusakan pada biara tersebut disebabkan oleh hantaman rudal sistem pertahanan udara Patriot pasokan AS milik Ukraina yang sudah usang. Seorang biarawan yang menetap di kompleks biara tersebut memberikan kesaksian mengenai situasi mencekam saat ledakan terjadi subuh hari.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial. Zelensky mendatangi lokasi untuk memeriksa dampak kerusakan dan menyatakan ada dua drone yang sengaja diarahkan ke biara tersebut, sembari menanti jawaban Moskow atas proposal pertemuan dengan Putin. Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia berkilah bahwa mereka membidik infrastruktur militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro, serta menolak tuduhan sengaja menyerang Lavra.

Pihak Moskow mengklaim kehancuran atap tempat ibadah tersebut disebabkan oleh kegagalan sistem rudal pertahanan Patriot usang milik Ukraina.

Seorang biarawan yang tinggal di biara tersebut memberikan kesaksian mengenai ledakan keras yang terjadi pada pagi buta waktu setempat. "Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial. Zelensky meninjau langsung area yang terbakar dan menuduh Rusia sengaja mengerahkan dua drone ke arah biara, sementara dirinya masih menunggu respons Putin terkait tawaran pertemuan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi serangan besar-besaran ke fasilitas militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro, namun menyangkal telah menargetkan situs keagamaan tersebut.

Moskow mengklaim bangunan bersejarah itu terkena serpihan rudal pertahanan udara Patriot milik Ukraina yang sudah kedaluwarsa. Seorang biarawan penghuni kompleks tersebut mengisahkan kepanikan yang terjadi saat fajar akibat gempuran udara.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial. Zelensky meninjau langsung lokasi kejadian dan menuduh Rusia sengaja mengarahkan dua drone ke area biara, sembari menanti jawaban Moskow atas tawaran rekonsiliasi di Amerika Serikat.

Kementerian Pertahanan Rusia berkilah serangan besar-besaran mereka hanya menyasar fasilitas militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro. Pihak Moskow membantah menargetkan Lavra dan mengklaim kerusakan dipicu oleh kegagalan rudal pertahanan udara Patriot milik Ukraina yang sudah usang. Seorang biarawan yang tinggal di biara tersebut menceritakan situasi mencekam yang terjadi sekitar pukul 5 pagi waktu setempat.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial.

Zelensky meninjau langsung kerusakan di lokasi dan menuduh dua drone Rusia sengaja diarahkan ke biara, sementara dirinya menunggu respons Moskow terkait rencana pertemuan dengan Putin. Pihak militer Rusia berdalih gempuran besar-besaran hanya menyasar situs militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro. Moskow membantah menargetkan Lavra dan berargumen biara tersebut terkena hantaman rudal pertahanan udara Patriot usang milik Ukraina.

Seorang biarawan yang berada di lokasi menceritakan situasi kepanikan pada pagi buta.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial. Zelensky yang mendatangi biara menuduh dua drone Rusia sengaja membidik situs tersebut, seraya menunggu kepastian dari Moskow terkait usulan pertemuan di AS.

Kementerian Pertahanan Rusia berdalih serangan masif diluncurkan terhadap objek militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro. Rusia menepis tudingan sengaja menyerang Lavra dan menyatakan bangunan itu terkena rudal pertahanan udara Patriot milik Ukraina yang tidak berfungsi baik.

Seorang biarawan bernama Makariy menceritakan pengalamannya saat terbangun akibat ledakan fajar. "Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial. Zelensky mengunjungi kompleks tersebut dan menyebut dua drone Rusia secara sengaja menyasar kawasan biara, sembari menunggu tanggapan Moskow atas proposal pertemuannya dengan Putin.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi gempuran besar-besaran terhadap fasilitas militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro.

Pihak Rusia membantah tuduhan menyerang Lavra dan mengklaim situs itu terkena pecahan rudal Patriot usang milik Ukraina. Seorang biarawan yang menetap di biara menceritakan pengalamannya saat terbangun akibat dentuman keras pada fajar hari. "Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial.

Zelensky memantau langsung kerusakan biara dan mengklaim dua drone Rusia sengaja diarahkan ke lokasi itu, seraya menunggu keputusan Putin terkait undangan pertemuan.

Militer Rusia berdalih serangan masif hanya ditujukan pada target militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro. Pihak Kremlin membantah menyasar biara dan berdalih kerusakan disebabkan oleh rudal pertahanan udara Patriot milik Ukraina.

Seorang biarawan di kompleks tersebut membagikan kesaksiannya ketika terbangun akibat suara ledakan di pagi hari. "Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial.

Zelensky mengunjungi biara tersebut dan menuduh dua drone Rusia sengaja diarahkan ke sana, sembari menanti jawaban atas ajakan pertemuan dengan Putin. Militer Rusia mengonfirmasi serangan besar-besaran terhadap situs militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro. Pihak Rusia membantah menargetkan Lavra dan berdalih kerusakan diakibatkan oleh rudal pertahanan udara Patriot milik Ukraina yang usang.

Seorang biarawan yang tinggal di biara menceritakan kepanikannya saat terbangun pada pagi buta.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial. Zelensky mendatangi lokasi kejadian dan mengklaim dua drone Rusia sengaja membidik biara, seraya menunggu keputusan Putin mengenai tawaran pertemuan. Militer Rusia mengklaim serangan masif hanya diarahkan pada fasilitas militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro.

Pihak Rusia menolak tuduhan menargetkan Lavra dan menyebut biara itu terkena rudal pertahanan udara Patriot milik Ukraina yang sudah usang.

Seorang biarawan yang tinggal di biara bernama Makariy memberikan kesaksiannya. "Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial.

Zelensky menginspeksi biara tersebut dan menyebut dua drone Rusia sengaja diarahkan ke sana, sembari menanti respons Kremlin atas proposal pertemuannya dengan Putin. Pihak militer Rusia berdalih serangan masif hanya menyasar target militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro.

Rusia membantah menargetkan Lavra dan berargumen kerusakan dipicu hantaman rudal pertahanan Patriot milik Ukraina yang tidak bekerja baik. Seorang biarawan penghuni biara menceritakan pengalamannya saat terkejut pada pagi buta. "Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial.

Zelensky meninjau langsung biara dan menuduh dua drone Rusia sengaja membidik kawasan tersebut, sembari menunggu kepastian respons Putin atas tawaran pertemuannya.

Militer Rusia berdalih serangan masif hanya diarahkan ke objek militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro. Pihak Rusia membantah sengaja menyerang Lavra dan mengklaim kerusakan disebabkan oleh rudal pertahanan udara Patriot milik Ukraina. Seorang biarawan yang tinggal di biara tersebut menceritakan kepanikannya saat subuh.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial.

Zelensky memantau langsung kerusakan biara dan menuduh dua drone Rusia sengaja dikerahkan ke sana, seraya menanti jawaban Putin atas rencana pertemuan di Amerika Serikat. Kementerian Pertahanan Rusia berdalih gempuran masif tersebut hanya menyasar objek militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro.

Pihak Rusia membantah sengaja menyerang Lavra dan menuding rudal pertahanan udara Patriot milik Ukraina yang menjadi penyebab kebakaran. Seorang biarawan yang tinggal di lokasi menceritakan situasi darurat pada pagi hari.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial. Zelensky mendatangi biara tersebut dan menuduh dua drone Rusia sengaja diarahkan ke sana, sembari menunggu reaksi Moskow terkait tawaran pertemuan di AS. Militer Rusia mengklaim serangan besar-besaran hanya menyasar fasilitas militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro.

Rusia membantah menargetkan Lavra dan menyebut kompleks keagamaan itu terkena rudal pertahanan udara Patriot milik Ukraina yang sudah usang.

Seorang biarawan yang berada di tempat kejadian memberikan kesaksiannya mengenai peristiwa fajar tersebut. "Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial. Zelensky meninjau lokasi biara dan menyatakan dua drone Rusia sengaja menyerang wilayah tersebut, sembari menunggu tanggapan atas usulan pertemuan dengan Putin.

Militer Rusia berdalih serangan masif dilakukan terhadap situs-situs militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro.

Rusia membantah menargetkan Lavra dan menyebut kompleks tersebut terkena rudal pertahanan udara Patriot milik Ukraina yang usang. Seorang biarawan bernama Makariy mengisahkan kepanikannya saat subuh.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial. Zelensky meninjau kerusakan di biara tersebut dan menyatakan dua drone Rusia sengaja diarahkan ke sana, seraya menanti respons Putin mengenai proposal pertemuan di AS.

Pihak militer Rusia mengklaim serangan masif hanya dilepaskan ke target militer di wilayah Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro. Rusia membantah tuduhan menyerang Lavra dan mengambinghitamkan rudal pertahanan udara Patriot milik Ukraina sebagai penyebab kebakaran. Seorang biarawan yang tinggal di biara menceritakan situasinya saat terbangun pada fajar hari.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial.

Zelensky mengunjungi biara tersebut dan menegaskan dua drone Rusia sengaja menargetkan kompleks itu, sembari menanti jawaban Putin terkait rencana pertemuan di AS. Pihak militer Rusia berargumen serangan masif mereka hanya membidik objek militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro. Rusia membantah menargetkan Lavra dan menyebut kerusakan dipicu hantaman rudal pertahanan udara Patriot milik Ukraina yang usang.

Seorang biarawan bernama Makariy menceritakan situasi mencekam yang dialaminya pada pagi hari.

"Saya melompat dari tempat akibat suara keras pada pukul 5 pagi waktu setempat," kata Makariy, Biarawan. Setelah melarikan diri dari kamar tidurnya, Makariy menyaksikan area kompleks spiritual tersebut dilalap api sebelum akhirnya memutuskan untuk mengamankan diri di dalam bunker berlindung.

Sementara itu, personel darurat yang dikerahkan ke lokasi kebakaran memberikan informasi terkini mengenai kondisi struktur bagian dalam katedral setelah api berhasil dikendalikan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author