Rupiah Unjuk Gigi Pimpin Kenaikan Mata Uang Asia

Share

Tekanan terhadap indeks dolar Amerika Serikat memicu penguatan mayoritas mata uang di kawasan Asia pada perdagangan Rabu (5/8/2026) pagi. Pergerakan ini dipimpin oleh mata uang rupiah yang mencatatkan lonjakan nilai tukar paling tajam di antara mata uang regional.

Berdasarkan data Refinitiv pada pukul 09.16 WIB, rupiah menguat 0,44 persen ke level Rp17.935 per dolar AS, sekaligus menjauhkan nilainya dari level psikologis Rp18.000. Posisi ini menempatkan rupiah di urutan teratas mata uang Asia yang perkasa melawan mata uang Paman Sam.

Kenaikan rupiah diikuti won Korea Selatan yang tumbuh 0,42 persen ke KRW 1.422,9 per dolar AS, serta dolar Taiwan yang terangkat 0,31 persen. Di sisi lain, ringgit Malaysia menjadi satu-satunya mata uang Asia yang tertekan di zona merah dengan pelemahan 0,10 persen ke posisi MYR 4,089 per dolar AS.

Pelemahan dolar AS dipicu oleh anjloknya harga minyak dunia hingga di bawah level US$80 per barel akibat menguatnya peluang diplomasi dalam konflik Iran. Redanya kekhawatiran pasokan energi tersebut meredakan spekulasi inflasi, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September mendatang melandai ke angka 60 persen berdasarkan data CME FedWatch.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author