Rupiah Melemah Tiga Poin terhadap Dolar AS di Pasar Spot
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka melemah tiga poin atau sebesar 0,02 persen ke level Rp 17.947 pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026 pagi. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.01 WIB, penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar uang global akibat eskalasi ketegangan politik di Timur Tengah.
Pelemahan mata uang domestik ini berbanding terbalik dengan performa sebelumnya, di mana mata uang Garuda sempat ditutup menguat signifikan sebesar 114 poin hingga mencapai posisi Rp 17.944 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar Amerika Serikat tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,05 persen ke posisi 99.895.
Dilansir dari Yahoo! Finance, pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat dan poundsterling Inggris cenderung stabil karena para pelaku pasar terus memantau perkembangan situasi geopolitik global. Ketegangan terbaru dipicu oleh laporan dari Garda Revolusi Iran yang mengklaim telah meluncurkan serangan rudal serta pesawat tanpa awak ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.
Aksi militer tersebut dilakukan sebagai bentuk balasan atas operasi pertahanan Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz. Meski demikian, situasi konflik tersebut belum memicu volatilitas besar pada pasar valuta asing secara keseluruhan.
Di pasar internasional, poundsterling Inggris sempat menguat 0,13 persen terhadap dolar Amerika Serikat ke posisi 1,3393 dolar AS setelah sempat menyentuh titik terendah sejak pertengahan Mei. Pergerakan mata uang Inggris ini tertahan oleh sikap antisipasi para investor terhadap pengumuman kebijakan suku bunga oleh Bank of England yang dijadwalkan pada pertengahan Juni mendatang.
Pasar memproyeksikan adanya peluang sebesar 90 persen bahwa otoritas moneter Inggris tersebut akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan saat ini. Kebijakan ini diambil di tengah evaluasi mendalam terhadap kondisi internal pasar tenaga kerja setempat.
"Ada risiko bahwa Bank of England mungkin tidak menaikkan suku bunga sebanyak yang diantisipasi pasar karena lemahnya pasar tenaga kerja," kata Jane Foley, kepala strategi FX di Rabobank.
Di sisi lain, mata uang bersama Eropa atau euro dilaporkan tidak mengalami perubahan pergerakan yang signifikan. Euro tercatat bertahan di level 86,24 terhadap mata uang poundsterling Inggris dalam sesi perdagangan yang sama.