Rupiah Melemah ke Rp 17.717 Per Dolar AS pada 19 Mei

Share

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 49 poin atau 0,28 persen ke level Rp 17.717 pada perdagangan pasar spot hari Selasa, 19 Mei 2026 pagi. Penurunan mata uang Garuda ini mencatat rekor terlemah baru dan memicu lonjakan harga jual dolar AS di sejumlah bank nasional hingga Rp 17.815.

Dilansir dari data Bloomberg pukul 09.56 WIB, pergerakan ini menunjukkan penurunan dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp 17.668 per dolar AS. Berdasarkan laporan CNN Indonesia, kejatuhan nilai tukar rupiah ini terjadi bersamaan dengan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan secara cukup mendalam di pasar modal.

Kondisi pasar finansial ini mendapat perhatian dari pengamat ekonomi yang menilai respons pembuat kebijakan terhadap situasi pasar global kurang cepat. Tekanan eksternal seperti fluktuasi harga minyak mentah dunia akibat penundaan aksi militer Amerika Serikat ke Iran turut memengaruhi pergerakan kurs.

"Perlemahan ini mencerminkan sentimen yang lemah pada rupiah, investor menganggap pemerintah dan BI tidak cukup cepat bertindak dan menganggap ringan permasalahan di awal-awal," ujarnya Lukman Leong, Analis mata uang Doo Financial Futures saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/5/2026).

Lukman memproyeksikan pergerakan kurs rupiah sepanjang hari berada pada kisaran Rp 17.600 hingga Rp 17.750 per dolar AS. Pihaknya memperkirakan Bank Indonesia akan merespons situasi ini dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen pada Rapat Dewan Gubernur periode Mei 2026.

"Kalau dinaikan lebih awal, mungkin 50 bps sudah mencukupi, saat ini saya lihat 100 atau 150 BPS pun sulit meredam tekanan pada rupiah," ungkap Lukman Leong.

Sementara itu dari otoritas fiskal dan moneter, mengacu pada kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor pada Senin, 18 Mei 2026, nilai tukar berada di level Rp 17.666 per dolar AS. Angka tersebut sebenarnya sempat menguat dari posisi Rabu, 14 Mei 2026 yang berada di Rp 17.496 per dolar AS, sebelum kembali merosot di pasar spot komersial seperti BRI yang mematok kurs jual Rp 17.730.

Menanggapi situasi moneter ini, Komisi Sebelas DPR RI menagih komitmen Bank Indonesia untuk memulihkan nilai tukar mata uang nasional. Lembaga legislatif tersebut mendesak otoritas moneter agar mengembalikan posisi rupiah ke level Rp 16.500 per dolar AS sesuai dengan asumsi makro yang tertuang dalam APBN 2026.

Dilansir dari siaran Squawk Box CNBC Indonesia, Komisi Sebelas DPR RI juga memberikan catatan mengenai komunikasi pemerintah kepada publik terkait fluktuasi mata uang ini. Pihak parlemen menilai pernyataan Presiden mengenai warga desa yang tidak menggunakan dolar AS merupakan upaya untuk meredam kepanikan masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author