Rupiah Melemah ke Rp17.869 per Dolar AS pada Rabu Pagi

Share

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan hingga bergerak ke kisaran Rp17.869 per USD pada pembukaan perdagangan Rabu (12/8). Penurunan mata uang Garuda dipicu fluktuasi geopolitik Timur Tengah dan sikap kehati-hatian investor menanti rilis data ekonomi global.

Pergerakan rupiah di pasar uang menunjukkan pelemahan sebesar 8 hingga 11 poin atau sekitar 0,04 sampai 0,06 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Mata uang Asia lainnya juga bergerak bervariasi, di mana yuan China terdepresiasi 0,01 persen dan won Korea Selatan melemah 0,28 persen, sedangkan ringgit Malaysia mampu menguat 0,01 persen.

Perkembangan geopolitik di Timur Tengah saat ini masih menjadi salah satu penentu utama pergerakan nilai tukar di pasar finansial global.

"Rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif di tengah perkembangan geopolitik di Timteng yang masih memberikan sinyal beragam," ucap Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong.

Sinyal perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat sempat diutarakan pihak Pakistan, tetapi penutupan jalur perdagangan vital masih membayangi pasar.

"Laporan dari Pakistan mengindikasikan bahwa proses menuju kesepakatan damai kembali menunjukkan perkembangan positif, sementara Iran menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka sebelum sejumlah persyaratan terpenuhi," ungkap Lukman Leong.

Selain faktor keamanan global, fokus pasar keuangan hari ini tertuju pada pengumuman indeks inflasi tahunan Amerika Serikat.

"Keduanya baik inflasi utama dan inti diperkirakan akan turun, inflasi YoY (year on year) diperkirakan turun dari 2,6 persen ke 2,5 persen, sedangkan inti YoY turun dari 3,5 persen ke 3,4 persen," kata Lukman Leong.

Para pelaku pasar modal dan mata uang juga sedang mencermati evaluasi periodik dari lembaga penyedia indeks global.

"Pengumuman MSCI tentunya masih tanda tanya, tetapi salah satunya adalah tidak akan ada saham baru yang dimasukkan," ujarnya.

Analis memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini akan berada dalam rentang fluktuasi Rp17.750 hingga Rp18.850 per dolar AS.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author