Rudi Soedjarwo Tanggapi Kemiripan Film Dan Bandung dengan AADC
Sutradara Rudi Soedjarwo memberikan tanggapan terkait anggapan bahwa karya terbarunya, Dan Bandung, memiliki kemiripan nuansa dengan film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC). Seperti dilansir dari Detikcom, Rudi menegaskan bahwa munculnya kemiripan tersebut bukan disebabkan oleh kesengajaan untuk meniru karya ikonik garapannya terdahulu. Proses kreatif film Dan Bandung lahir dari pengolahan panjang cerita novel karangan Pidi Baiq, yang dipadukan dengan berbagai referensi film roman yang ditontonnya sejak kecil.
Rudi mengungkapkan bahwa fondasi cerita tulisan Pidi Baiq sudah sangat solid, sehingga memberinya ruang gerak yang cukup luas selama masa adaptasi skenario.
"Enaknya tuh ketika udah ada novel dari Pidi Baiq dan cerita dari Pidi Baiq, saya sebenarnya udah dikasih ruang gerak. Di situ udah ada ending-nya, udah ada cerita mereka, udah ada karakter mereka masing-masing, peristiwa-peristiwanya lengkap juga ada," ujar Rudi Soedjarwo di gala premier Dan Bandung di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026) malam. Tantangan utama yang dihadapi sang sutradara berada pada proses merangkum seluruh dinamika cerita ke dalam durasi layar lebar yang terbatas.
"Tapi kan dalam dua jam tuh kita harus memilih bagaimana cara menceritakan ke penonton yang paling tepat sasaran dalam waktu dua jam itu," lanjutnya. Salah satu elemen yang menarik perhatian publik adalah adegan karakter berlari, sebuah visual yang kerap muncul dalam film-film romantis buatan Indonesia.
Rudi menjelaskan bahwa adegan lari merupakan instrumen visual favoritnya karena sangat efektif dalam menggambarkan pergolakan emosi para tokoh secara instan. "Lari itu salah satu action kita yang paling mudah menunjukkan emosi sebenarnya," katanya. Dukungan perkembangan teknologi kamera modern saat ini juga makin memudahkan Rudi untuk mengeksekusi pengambilan gambar bergerak tersebut.
"Teknologinya juga memungkinkan saat ini sehingga nggak seribet zaman dulu. Yang ini saya akan dengan mudah menggunakan kamera yang ada terus akhirnya ngikutin mereka, tinggal seberapa kuat mereka bisa lari," jelasnya.
Eksplorasi sinematik dalam proyek ini terasa lebih personal bagi Rudi, karena berfungsi layaknya rangkuman dari memori film cinta yang ia nikmati sejak kecil. Kondisi tersebut bertolak belakang saat ia menggarap AADC, di mana dirinya mengaku masih berada dalam fase awal proses pembelajaran sebagai pembuat film. "Berbeda sama waktu saya bikin Ada Apa Dengan Cinta?. Itu kan film pertama yang saya masih banyak kegagapan sebenarnya," tuturnya.
Meskipun diperkaya berbagai referensi masa lalu, seluruh pengalaman tersebut difungsikan sebagai bekal untuk menghadirkan pendekatan baru, bukan untuk menghasilkan tiruan.
Prosedur penyutradaraan Rudi juga mengandalkan latar belakang emosional para pemain, yang dinilainya mempermudah penjiwaan karakter secara mendalam, termasuk terhadap Samo Rafael. "Dan memang harus diakui bahwa ketika pemain ini pernah mengalami atau merasakan hal itu, akan lebih mudah mereka masuk ke situ," jelasnya.
Sinopsis Dan Bandung menyoroti dinamika percintaan Basil dan Elma yang diterpa persoalan perasaan, konflik keluarga, serta suasana melankolis khas Kota Bandung. Diproduksi berdasarkan karya Pidi Baiq, film garapan Rudi Soedjarwo ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026.
Samo Rafael dan Shanna Shannon tampil sebagai pemeran utama, didukung Keisya Levronka, Theo Supple, Razan Zu, Paul Aro, Donny Damara, Tike Priatnakusumah, Jenny Zhang, Arswendy Bening Swara, De Boer William, Silvester Rangga, hingga Ade Habibie.