Rudi Garcia Pertimbangkan Rotasi Lini Belakang Timnas Belgia

Share

Pelatih tim nasional Belgia Rudi Garcia kini tengah menggodok strategi taktis dan mengevaluasi komposisi lini pertahanan menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Amerika Serikat di Seattle pada Senin malam waktu setempat.

Langkah ini diambil setelah performa duobek tengah Brandon Mechele dan Arthur Theate mendapat sorotan tajam menyusul kekalahan 2-0 dari Senegal yang mengeksploitasi celah kecepatan di lini belakang Setan Merah.

Padahal, Brandon Mechele sempat tampil solid sepanjang babak penyisihan grup saat mengawal jantung pertahanan bersama Nathan Ngoy sebelum sang tandem mendapat kartu merah dalam laga kontra Iran.

Penampilan Mechele sebelumnya bahkan menuai pujian tinggi dari sang pelatih yang menyukai gaya bermain bertahannya yang lugas.

"Tegenwoordig raken verdedigers hun man niet eens meer aan. Ze verdedigen niet langer op de ouderwetse manier. In plaats van het fysieke duel op te zoeken, gokken ze alleen nog op het onderscheppen van de bal. Koppen… ik weet oprecht niet of ze dat nog wel leren in de jeugdopleidingen" ujar Rudi Garcia, Pelatih Timnas Belgia kepada Het Laatste Nieuws.

Garcia menilai karakter bermain seperti yang dimiliki Mechele sangat dibutuhkan oleh timnya untuk memberikan keseimbangan di lini belakang.

"Brandon staat er tenminste. Die gooit er ouderwets zijn kop tegenaan. Dat is een échte ouderwetse verdediger en dat heb je keihard nodig in een team" tambah Rudi Garcia, Pelatih Timnas Belgia.

Lebih lanjut, mantan pelatih Lille itu menegaskan bahwa sepak bola tidak hanya membutuhkan pemain yang pandai membangun serangan dari belakang.

"Je kunt niet alleen maar spelen met jongens die leuk opbouwen. Soms moet je de bal gewoon eens in de tribune trappen" tegas Rudi Garcia, Pelatih Timnas Belgia.

Kendati demikian, performa Mechele saat berduet dengan Theate ketika melawan Senegal memicu kritik pedas dari para analis sepak bola di saluran ESPN Belanda.

"Die Mechele, die is echt zo traag als dikke stront" cetus Bram van Polen, Analis ESPN NL.

Mantan pemain profesional tersebut menilai koordinasi di sektor tengah pertahanan Belgia sangat kacau dan mudah dilewati penyerang lawan.

"Dat was echt bizar. Die werd er een paar keer uitgelopen en bij die 2-0 kwam Sarr vanuit zijn rug. Het stond voor geen meter in het centrum" lanjut Bram van Polen, Analis ESPN NL.

Van Polen juga menyoroti kesalahan posisi Arthur Theate yang berdiri terlalu jauh di depan Mechele.

"Theate stond er 3 meter voor en dan kun je als spits zó makkelijk de loopactie in de diepte maken" papar Bram van Polen, Analis ESPN NL.

Ia menganggap jarak antarpemain tersebut membuat struktur pertahanan Belgia menjadi sangat rapuh.

"Hoe zij daar stonden te verdedigen. Ik vond ze echt heel matig centraal bij België" pungkas Bram van Polen, Analis ESPN NL.

Kritik serupa dilontarkan oleh pengamat lain yang menilai kecepatan Nathan Ngoy lebih cocok untuk mengantisipasi penyerang cepat Senegal.

"Senegal heeft snelle aanvallers. Met Ngoy heb je dan iemand die ze nog kan bijhalen" kata Kees Kwakman, Analis ESPN.

Kini menjelang laga krusial melawan Amerika Serikat yang dilatih Mauricio Pochettino, Garcia dihadapkan pada pilihan sulit apakah akan mengembalikan Ngoy ke susunan pemain utama demi menambah kecepatan atau mempertahankan stabilitas pengalaman Mechele.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author