Ruben Amorim Incar Bek Manchester United Noussair Mazraoui ke AC Milan

Share

Pelatih baru AC Milan Ruben Amorim dilaporkan membidik bek kanan Manchester United, Noussair Mazraoui, untuk memperkuat lini pertahanan timnya pada bursa transfer musim panas 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari proyek pembenahan skuad Rossoneri setelah Amorim ditunjuk menggantikan Massimiliano Allegri bulan lalu. Mazraoui menjadi pemain keempat dari Setan Merah yang masuk radar bidikan sang pelatih asal Portugal tersebut.

Sebelumnya, Amorim juga dikaitkan dengan Manuel Ugarte, Mason Mount, dan Amad Diallo. Namun, rencana transfer Ugarte batal akibat cedera serius di Piala Dunia, sementara Manchester United enggan melepas Mount maupun Amad Diallo ke klub lain.

Pakar transfer Matteo Moretto mengonfirmasi ketertarikan ini, meskipun proses negosiasi resmi antara kedua belah pihak belum dimulai saat ini.

"Noussair Mazraoui adalah salah satu favorit Amorim. Hingga saat ini belum ada negosiasi yang berlangsung, tidak ada kontak langsung antara kedua klub. Namun yang bisa saya sampaikan adalah bahwa Mazraoui, yang berusia 28 tahun dan kontraknya akan berakhir pada 2028 dengan opsi perpanjangan, memang merupakan pemain yang sangat dihargai oleh Amorim.

Kita lihat saja apakah ia akan menjadi incaran Milan di sisa jendela transfer ini. Saat ini, yang saya maksud adalah persetujuan manajer terhadapnya – Amorim menghargai kualitas-kualitas yang dimiliki Mazraoui." kata Matteo Moretto dalam saluran YouTube Fabrizio Romano.

Minat besar Amorim terhadap Mazraoui didasari oleh kekagumannya pada kemampuan teknis dan fleksibilitas taktis sang pemain bertahan internasional Maroko tersebut saat keduanya bekerja sama di Old Trafford.

"Dia adalah pemain kelas atas. Dia memahami permainan. Dia tahu cara menyerang, sangat terampil secara teknis, sangat baik dalam bertahan, dan sangat hebat dalam situasi satu lawan satu.

Dia adalah pemain modern. Saya pikir dia adalah masa depan tim kami. Ketika memikirkan dia, Anda akan menyadari bahwa kami membutuhkan lebih banyak pemain seperti Nous yang bisa mengendalikan tempo permainan; mereka benar-benar sangat bagus dan nyaman menguasai bola.

Jadi, Nous, saya sangat senang dengannya." ujar Ruben Amorim.

Amorim kini bertekad memperbaiki catatan kepelatihannya di San Siro setelah melewati periode 14 bulan yang dinilai penuh tekanan dan tantangan berat selama berkarier di Liga Inggris.

"Hal pertama yang perlu saya sampaikan adalah sulit untuk menjelaskan kesalahan-kesalahan tersebut karena untuk itu saya harus menjelaskan konteks petualangan terakhir saya," kata Ruben Amorim saat acara perkenalan resminya di AC Milan.

Mantan pelatih Sporting CP ini menegaskan bahwa dirinya terus belajar dari kegagalan masa lalu agar tidak mengulangi kesalahan serupa di klub barunya.

"Sulit bagi saya untuk menyebutkan setiap kesalahan kepada Anda. Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah bahwa saya belajar banyak dan saya melakukan beberapa kesalahan." kata Ruben Amorim.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author