Roket New Glenn Blue Origin Meledak dan Mengancam Misi Moon Base NASA
Kelanjutan misi ambisius NASA ke Bulan kini menghadapi ancaman serius. Hambatan ini muncul setelah roket New Glenn buatan Blue Origin mengalami ledakan hebat dalam sebuah sesi uji coba menjelang peluncuran resmi.
Insiden tersebut tidak hanya menghancurkan infrastruktur landasan peluncuran, tetapi juga berdampak langsung pada jadwal kerja NASA. Dilansir dari Detik iNET, badan antariksa tersebut memiliki dua agenda besar di Bulan yang terikat dengan kesiapan roket ini.
Salah satu agenda terdekat adalah proyek Moon Base I yang diproyeksikan menjadi fondasi awal pangkalan manusia di Bulan. NASA awalnya menargetkan peluncuran wahana ini paling cepat pada musim gugur tahun 2026 mendatang.
Proses transportasi pendarat Blue Moon Mark 1 milik Blue Origin dalam misi Moon Base I sepenuhnya bergantung pada daya dorong roket New Glenn. Kendaraan pendarat tersebut dirancang secara spesifik untuk terintegrasi dengan roket penjelajah itu.
Meskipun terdapat opsi alternatif menggunakan wahana peluncur pesaing seperti Falcon Heavy dari SpaceX atau Vulcan milik United Launch Alliance, kendala teknis besar tetap mengintai.
Masalah utama terletak pada sistem propulsi Blue Moon Mark 1 yang digerakkan oleh mesin BE-7 berbasis hidrogen cair dan oksigen cair. Berdasarkan informasi dari sumber Ars Technica, pendarat ini memerlukan suplai bahan bakar tambahan dari upper stage roket New Glenn.
Opsi pengalihan ke Falcon Heavy tidak dapat direalisasikan karena bagian upper stage milik roket SpaceX tersebut menggunakan bahan bakar jenis kerosin, bukan hidrogen cair yang dibutuhkan oleh mesin BE-7.
Dampak dari kendala teknis pada Blue Moon Mark 1 ini memaksa NASA untuk meninjau kembali lini masa proyek. Pihak manajemen kemungkinan besar harus mengundur atau merombak total tahapan awal dari pengembangan Moon Base.
Kekhawatiran kini juga merembet pada masa depan program Artemis yang bertujuan mengembalikan astronaut ke permukaan Bulan. Target pengujian integrasi teknologi dalam waktu dekat terancam bergeser dari rencana semula.
Sesuai rencana awal, NASA bakal menggulirkan misi Artemis III pada tahun 2027. Misi ini dirancang untuk menguji proses docking antara kapsul Orion yang mengangkut awak astronaut dengan kendaraan pendarat buatan SpaceX serta Blue Origin.
Pasca-insiden meledaknya roket New Glenn, kesiapan wahana pendarat Blue Moon dalam kurun waktu 18 bulan ke depan menjadi sangat diragukan. Situasi ini menempatkan NASA pada persimpangan jalan untuk mengambil keputusan strategis.
Manajemen NASA kini harus memilih antara menunggu Blue Origin menuntaskan perbaikan sistem kendaraan mereka atau memprioritaskan kelanjutan misi sepenuhnya bersama SpaceX.
"Penerbangan luar angkasa itu tidak mudah, dan mengembangkan roket baru yang mampu meluncurkan muatan berat sangatlah sulit," kata Administrator NASA Jared Isaacman dalam unggahannya di X, seperti dikutip dari The Verge, Sabtu (30/5/2026).
"Kami akan bekerja sama dengan mitra kami untuk mendukung penyelidikan menyeluruh terhadap anomali ini, menilai dampak jangka pendek terhadap misi, dan kembali meluncurkan roket," kata Jared Isaacman.