Roket Blue Origin Meledak Saat Uji Coba di Florida
Roket New Glenn milik perusahaan Blue Origin meledak hingga menjadi bola api dan menghancurkan tempat peluncuran di Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat, saat melakukan uji coba pada hari Kamis pukul 09.00 ET, seperti dilansir dari Detik iNET.
Ledakan dari proyek roket pendarat bulan pesanan NASA tersebut memicu kobaran besar hingga membuat langit berwarna oranye yang terlihat jelas dari wilayah Fort Pierce yang berjarak 185 kilometer ke arah selatan.
Insiden hancurnya roket New Glenn milik miliarder Jeff Bezos ini langsung memicu komentar dari pemilik SpaceX, Elon Musk, yang menjadi pesaing utama dalam industri kedirgantaraan tersebut melalui platform media sosial X.
"Sangat disayangkan. Roket itu sulit," komentar Musk.
Tanggapan tersebut segera direspons oleh pendiri Blue Origin yang memberikan penjelasan mengenai kondisi para pekerja pasca-insiden ledakan hebat di lokasi pengujian.
"Kami mengalami anomali selama uji hotfire hari ini. Semua personel telah dipertanggungjawabkan. Kami akan memberikan pembaruan saat kami mempelajari lebih lanjut," cuit Blue Origin.
Melalui platform yang sama, Jeff Bezos menyampaikan rasa duka atas kejadian ini namun memastikan seluruh kru selamat dan berkomitmen penuh untuk membangun kembali fasilitas pendarat bulan untuk misi Artemis IV tahun 2028.
"Hari yang sangat berat, tapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun ulang dan kembali terbang. Itu sangat berharga," akunya.
Kegagalan uji coba tembakan statis pertama pasca-izin terbang dari Federal Aviation Administration (FAA) ini membuat administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jadwal peluncuran.
Misi Artemis III pada tahun 2027 dan Artemis IV pada tahun 2028 sendiri dirancang NASA untuk menguji performa pendarat Blue Moon milik Blue Origin bersama Starship Human Landing System (HLS) milik SpaceX menuju permukaan bulan.