Dokter Richard Lee Tuding Doktif Minta Uang Damai Rp 200 Miliar
Persidangan kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Kesehatan yang melibatkan dokter Richard Lee di Pengadilan Negeri Tangerang kembali berlangsung tegang. Dilansir dari Detik Hot, agenda pemeriksaan saksi diwarnai tuduhan mengejutkan dari pihak terdakwa.
Richard Lee melontarkan tuduhan bahwa Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif) sempat meminta uang damai dalam jumlah sangat besar. Dugaan pemerasan tersebut disampaikan saat Richard Lee mencecar Doktif mengenai pertemuan rahasia pada awal 2026.
Pertemuan itu disebut melibatkan rekan Richard Lee bernama Ivan dan berlangsung di sebuah rumah dengan pengamanan ketat. Semua pihak yang hadir di lokasi tersebut dilarang membawa alat komunikasi.
"16 Januari, Saksi Samira mengajak bertemu teman saya bernama Ivan di salah satu rumah. Di sana Ivan tidak boleh pegang handphone, tidak boleh pegang apa-apa, masuk, dan saudari Samira meminta sebesar Rp 200 miliar. Pertanyaan saya, bener gak Anda minta dengan teman saya bernama Ivan untuk kasus saya dibubarkan Rp 200 miliar? Benar atau nggak?" cecar Richard Lee di ruang sidang Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (13/8/2026).
Doktif yang sempat terkejut langsung membantah tudingan tersebut di hadapan majelis hakim. Ia mengakui adanya pertemuan itu, tetapi menampik jika dirinya yang berinisiatif mengajak bertemu.
"Itu bohong Yang Mulia, saya tidak pernah mengajak Ivan bertemu. Saya tidak pernah mengajak langsung Ivan bertemu, tidak pernah," jawab Doktif.
Suasana persidangan makin memanas saat Richard Lee mengingatkan konsekuensi hukum memberikan keterangan palsu di bawah sumpah. Ia mengaku mengantongi bukti dokumentasi terkait pembahasan dana tersebut.
"Ada fotonya! Hati-hati lo Anda disumpah lo pada waktu itu," tegas Richard Lee.
Seusai persidangan, Doktif memberikan penjelasannya mengenai nominal ratusan miliar yang mencuat di ruang sidang. Ia berdalih angka tersebut bukanlah permintaan uang damai untuk pribadi, melainkan estimasi kerugian masyarakat yang perlu diganti oleh Richard Lee.
"Nah, saya bilang saya gak mungkin damai. Kerugian masyarakat kan, itu kan berapa? Kalau kita hitung penjualannya berapa?
Nah kalau yang saya denger itu saya itung-itung, itu sekitar Rp 250 miliar. Nah kalau memang misalnya mau damai, ya kembalikan aja itu hak masyarakat. Maksud saya seperti itu.
Kenapa jadi putar, jadi kayak begitu seolah-olah saya minta Rp 250 miliar?" jelas Doktif saat ditemui usai persidangan.