Riau Bhayangkara Run 2026 Bagikan Boneka Gajah dan Bibit Pohon
Penyelenggaraan ajang lari Riau Bhayangkara Run (RBR) tahun ini menghadirkan keunikan tersendiri bagi para peserta. Selain membawa pulang medali, para pelari juga mendapatkan cenderamata berupa boneka gajah bernama Nona Seroja serta bibit pohon.
Dikutip dari Detikcom, pemberian cenderamata tidak biasa ini merupakan langkah nyata Polda Riau dalam mengampanyekan kelestarian lingkungan hidup. Melalui ajang olahraga tersebut, pihak kepolisian berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan satwa endemik di wilayah Sumatera.
Boneka gajah Nona Seroja dipakai sebagai simbol ikonik gerakan penyelamatan gajah Sumatera. Sementara itu, pembagian bibit tanaman bertujuan agar masyarakat dapat berkontribusi langsung melakukan penghijauan dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyatakan bahwa kemasan Riau Bhayangkara Run 2026 sengaja dibuat berbeda demi memberikan dampak positif berkelanjutan bagi daerah Bumi Lancang Kuning.
"Kami ingin Riau Bhayangkara Run bukan sekadar ajang adu kecepatan atau selebrasi olahraga semata. Melalui boneka Nona Seroja dan bibit pohon ini, kami menyelipkan pesan edukasi dan kepedulian," kata Irjen Herry Heryawan, Jumat (17/7/2026).
Cenderamata unik ini merepresentasikan wujud nyata kepedulian jajaran kepolisian terhadap kelestarian alam dan satwa liar. Ajang lari tersebut menjadi sarana mengajak para pelari untuk terlibat aktif dalam gerakan menjaga bumi.
"Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya para runners, untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam Riau dan melindungi satwa dilindungi seperti gajah Sumatera. Satu pelari menanam satu pohon, bayangkan dampak hijau yang bisa kita ciptakan," ujar Irjen Herry Heryawan.
Inisiatif kreatif tersebut disambut positif oleh ribuan peserta saat melakukan pengambilan nomor dada atau Bib serta paket perlombaan di GOR Gelanggang Remaja, Kota Pekanbaru. Banyak pelari berswafoto bersama maskot gajah dan menyatakan komitmen untuk menanam bibit tersebut.
Dampak Positif terhadap Sektor Pariwisata dan Ekonomi
Melalui perpaduan promosi gaya hidup sehat, sektor pariwisata daerah, dan misi lingkungan, acara olahraga ini berhasil mencetak standar baru di Provinsi Riau. Riau Bhayangkara Run 2026 dilaksanakan pada Minggu, 19 Juli 2026, dengan agenda pembukaan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta diikuti 15 ribu peserta domestik hingga mancanegara.
Apresiasi terhadap pelaksanaan RBR 2026 datang dari Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Riau karena acara ini berhasil mendatangkan banyak wisatawan ke Kota Pekanbaru.
"Kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolda beserta jajarannya atas terselenggaranya RBR ini, tadi saya mendapat laporan bahwa yang ikut besok total 15 ribu peserta, ini alhamdulillah," kata SF Hariyanto.
SF Hariyanto mengakui bahwa tingginya antusiasme peserta RBR 2026 memberikan dampak signifikan pada perputaran ekonomi daerah. Sektor perhotelan, pelaku UMKM, hingga penyedia kuliner di Kota Pekanbaru dilaporkan mengalami lonjakan keterisian dan penjualan.
"Dampak terhadap perekonomian di Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru, hotel penuh semua, UMKM laku semua, makan laku semua, terima kasih kita ke Pak Kapolda," ujar SF Hariyanto.