Reza Arap Tegaskan Film Harusnya Horor Merupakan Karya Terakhir Lula Lahfah
Sutradara sekaligus aktor Reza Oktovian menegaskan bahwa keterlibatan almarhumah Lula Lahfah dalam film Harusnya Horor merupakan bentuk perayaan atas karya terakhir sang aktris di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026), dilansir dari Detik Hot.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk membantah tudingan publik mengenai pemanfaatan duka sebagai ajang promosi film layar lebar perdananya tersebut.
Gelombang kritik netizen bermula ketika personel grup musik Weird Genius itu menyediakan satu kursi khusus dalam penayangan perdana film sebagai bentuk penghormatan bagi mendiang Lula Lahfah.
"Waktu itu sempat waktu di Harusnya Horor nonton duluan, itu sempat aku kasih satu spot gitu khusus gitu untuk almarhumah beliau. Dan itu sempat dihujat gitu," kata Reza Arap dalam konferensi pers.
Meski menuai reaksi negatif dari sebagian masyarakat, Reza Arap memilih untuk tidak memusingkan komentar tersebut dan tetap berkomitmen menghargai dedikasi mantan kekasihnya.
"I swear to God, saya tidak peduli, saya akan tetap merayakan Lula karena ini legacy dia juga di film ini. Itu aja," tegas Reza Arap.
Guna meluruskan rumor eksploitasi kepergian pemeran utama demi mendongkrak penjualan tiket, Reza Arap memastikan seluruh jadwal produksi hingga pemasaran tidak pernah dirancang untuk memanfaatkan momen duka.
"Justru aku pribadi itu bisa ditanya bahkan call sheet-nya, day-nya semua masih ada di handphone kalau tidak ada mengglorifikasi kepergian almarhumah untuk keperluan promo," jelas Reza Arap.
Sutradara film Harusnya Horor tersebut juga menilai tidak adil apabila peran penting almarhumah diabaikan hanya karena mengkhawatirkan opini publik.
"Harusnya kalau gak disebut pun kayaknya terlalu bias ya kalau misalnya gue bilang atau menganggap dia tidak ada gitu karena kan memang ada dia sebagai salah satu pemeran utama," tegas Reza Arap.