Review Vivo X300 Ultra: Kamera Serba Bisa untuk Fotografer profesional
Vivo X300 Ultra hadir sebagai ponsel flagship yang berani tampil beda dengan mengubah konfigurasi sistem kamera konvensional demi memikat para fotografer antusias dan profesional, menjadikannya sebuah kamera serba bisa dalam bentuk ponsel pintar yang sangat bertenaga.
| Komponen / Varian | Spesifikasi / Harga Resmi |
|---|---|
| Kamera Utama | 35mm f/1.9, sensor 1/1.2 inci |
| Kamera Ultrawide | ~14mm f/2, sensor 1/1.28 inci |
| Kamera Telefoto | Ekuivalen 85mm f/2.7, sensor 1/1.4 inci |
| Kamera Selfie | ~24mm, resolusi 50 MP |
| Varian Memori 512 GB | Rp 25.999.000 (RAM 16 GB) |
| Varian Memori 1 TB | Rp 29.999.000 (RAM 16 GB) |
| Aksesoris Tambahan | Rp 5.999.000 (Telephoto Extender Gen 2 Ultra + Imaging Grip Kit) |
Konstruksi Lensa Unik dan Desain
Berbeda dengan ponsel lain yang mengandalkan lensa utama ~23mm, Vivo X300 Ultra menggunakan lensa yang lebih sempit ekuivalen 35mm dengan bukaan f/1.9 dan sensor berukuran 1/1.2 inci. Lensa klasik 35mm ini memiliki sudut pandang sekitar 1.5x dari kamera ponsel standar. Guna tetap memfasilitasi kebutuhan sudut pandang lebar, Vivo menyematkan lensa ultrawide ~14mm bersensor 1/1.28 inci dengan bukaan f/2 yang berukuran lebih besar dibanding kompetitornya. Jarak fokus 23mm atau 28mm dapat dicapai melalui proses digital zoom atau cropping dari lensa ultrawide tersebut. Di sisi lain, modul telefotonya menggunakan lensa ekuivalen 85mm f/2.7 dengan sensor 1/1.4 inci yang tergolong besar di kelasnya.
Evaluasi Performa Kamera
Kualitas gambar antar-modul lensa pada Vivo X300 Ultra tergolong konsisten, sehingga perpindahan antar-lensa 14mm, 35mm, dan 85mm tidak menunjukkan penurunan kualitas yang signifikan. Lensa ultrawide 14mm menghasilkan foto yang bagus dan detail di bagian tengah, meski terdapat sedikit penurunan ketajaman di area tepi. Modul lensa utama 35mm menyajikan hasil yang tajam serta detail serbaguna, dan mampu menghasilkan bokeh alami saat objek berada dekat dengan lensa berkat bukaan f/1.9. Ketika dilakukan pembesaran digital ke 1.5x (~50mm), kualitasnya tetap terjaga dengan baik. Lensa telefoto native 85mm sangat optimal untuk foto portrait dan bisa diperbesar hingga 135mm untuk close-up, meski kualitas gambar akan menurun jika dipaksakan hingga jarak fokus yang lebih jauh seperti 230mm.
Untuk kebutuhan jarak jauh, Vivo menyediakan aksesoris lensa telefoto eksternal 4.7x gen2 ultra ekuivalen 400mm. Aksesoris ini menghasilkan visual yang lebih stabil dibanding generasi pendahulunya, walaupun tampilan layar akan sedikit bergetar dan detail gambar menurun drastis di kondisi minim cahaya karena berkurangnya asupan cahaya yang masuk. Untuk kamera depan, Vivo menyematkan sensor beresolusi 50 MP dengan jarak fokus ~24mm yang mampu menangkap detail wajah dengan sangat jelas.
Sistem Menu dan Pengolahan Warna
Melalui kerja sama dengan Zeiss, Vivo menyediakan pilihan profil warna meliputi Jelas (warna dan kontras cerah), Alami (saturasi dan kontras lebih rendah), serta Halus (mendekati kenyataan). Vivo juga memperbarui mode khusus humanistik menjadi mode fotografi jalanan atau street photography. Menu pada mode ini menampilkan satuan lensa dalam milimeter dan menyediakan simulasi film dengan pilihan tone hangat (kekuningan) serta tone dingin (kehijauan dan kebiruan). Hasil foto pada mode fotografi jalanan ini cenderung lebih realistis karena meminimalkan interferensi computational photography dan kecerdasan buatan (AI) dibandingkan mode Foto standar.
Kekurangan yang Ditemukan
Meskipun berada di kelas lini teratas, performa pemrosesan gambar di latar belakang membutuhkan waktu pengerjaan yang agak lama untuk meninjau gambar setelah tombol rana ditekan. Selain itu, hasil foto pada mode portrait adakalanya terlihat kurang alami karena menghasilkan efek koreksi bentuk mata dan wajah yang menyerupai hasil kosmetik. Dari segi mekanis, kuncian pada komponen lensa telefoto eksternal dirasa kurang erat saat terpasang sehingga memunculkan kekhawatiran akan terlepas.
Kelebihan
- Konfigurasi lensa tidak biasa yang sangat memikat fotografer pemandangan dan street photography.
- Peningkatan kualitas yang signifikan pada modul lensa ultrawide dan lensa native 35mm.
- Kualitas foto di sebagian besar kondisi terbukti detail, tajam, dan konsisten antar-lensa.
- Kamera selfie beresolusi tinggi 50 MP yang sangat detail.
- Beragam pilihan profil warna, preset, filter, serta simulasi film yang realistis pada mode fotografi jalanan.
Kekurangan
- Waktu pemrosesan gambar agak lama untuk meninjau foto yang baru diambil.
- Hasil foto portrait terkadang kurang alami dan terlihat terlalu banyak manipulasi visual pada wajah.
- Kuncian aksesori lensa telefoto eksternal terasa kurang erat dan detail gambar menurun saat menggunakannya.
Vivo X300 Ultra merupakan perangkat genggam yang ideal bagi para pencinta fotografi lanskap, jalanan, potret, hingga satwa yang menginginkan fungsionalitas kamera profesional dalam ekosistem Android. Desain bodinya yang menyerupai kamera konvensional saat dipadukan dengan shooting grip menegaskan posisinya sebagai perangkat dokumentasi serba bisa. Ponsel flagship ini sangat layak dipertimbangkan bagi pengguna yang memprioritaskan kualitas sensor murni dan fleksibilitas fokal lensa di atas kecepatan pemrosesan instan.