Charles De Ketelaere Hentikan Rekor Tanpa Kebobolan Unai Simón
Rekor tanpa kebobolan milik penjaga gawang Spanyol, Unai Simón, resmi terhenti di angka 650 menit pada babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026. Penyerang Belgia, Charles De Ketelaere, menjadi sosok yang mematahkan catatan bersejarah tersebut melalui gol sundulan pada menit ke-41.
Dilansir dari beinsports.com, durasi 650 menit tanpa kemasukan gol tersebut menjadi pencapaian terpanjang sepanjang sejarah pelaksanaan Piala Dunia. Catatan luar biasa ini melewati rekor legendaris milik kiper Italia, Walter Zenga, yang membukukan 517 menit tanpa kebobolan pada Piala Dunia Italia 1990.
Selain melampaui Zenga, Simón juga melewati rekor nasional Spanyol milik Iker Casillas yang mencatatkan 476 menit bersih dari gol antara Piala Dunia 2010 hingga 2014. Kendati demikian, Simón gagal melewati rekor Zenga untuk kategori durasi tidak kebobolan dalam satu edisi turnamen tunggal karena terpaut 28 menit saja.
Rentetan performa impresif penjaga gawang Athletic Bilbao ini dimulai sejak Piala Dunia Qatar 2022, tepatnya setelah pemain Jepang Ao Tanaka membobol gawangnya pada 1 Desember 2022. Sejak saat itu, Simón menjaga kesucian gawangnya dalam sisa laga melawan Jepang, duel melelahkan kontra Maroko, hingga berlanjut ke edisi 2026.
Pada Piala Dunia 2026, Spanyol tercatat tidak pernah kebobolan selama fase grup setelah bermain imbang 0-0 dengan Tanjung Verde, serta menang 4-0 atas Arab Saudi dan 1-0 atas Uruguay. Ketangguhan lini belakang skuad asuhan Luis de la Fuente ini berlanjut di fase gugur saat menumbangkan Austria 3-0 dan Portugal 1-0.
Kombinasi kokoh di lini pertahanan Spanyol disokong oleh kehadiran barisan pemain belakang seperti Pedro Porro, Pau Cubarsí, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella. Berdasarkan laporan koha.net, performa apik Simón juga dipengaruhi oleh jajaran staf kepelatihan De la Fuente yang dihuni oleh empat mantan penjaga gawang papan atas.
Tim kepelatihan tersebut diisi oleh Juanjo González yang fokus pada strategi kaki, Miguel Ángel España sebagai pelatih kiper utama, serta Javier López Vallejo yang bertindak sebagai psikolog olahraga. Selain itu, terdapat nama Pablo Peña, analis taktik berpengalaman lulusan La Masia yang telah mengawal tim nasional dalam empat edisi Piala Dunia.