Argentina Cetak Rekor Kartu Merah Terbanyak di Final Piala Dunia

Share

Tim nasional Argentina mengukir sejarah kelam sebagai tim pertama yang mengoleksi tiga kartu merah di laga final Piala Dunia setelah Enzo Fernandez diusir wasit dalam pertandingan melawan Spanyol di MetLife Stadium pada 19 Juli 2026.

Gelandang Chelsea tersebut menerima kartu kuning kedua pada masa tenggang babak kedua akibat pelanggaran keras terhadap bek Spanyol, Pau Cubarsi. Keputusan wasit Slavko Vincic ini membuat skuad asuhan Lionel Scaloni harus bermain dengan 10 orang sepanjang babak perpanjangan waktu setelah bermain imbang 0-0 selama 90 menit.

Pengusiran Fernandez ini juga memecahkan rekor durasi 16 tahun sebagai pemain pertama yang menerima kartu merah di final Piala Dunia sejak bek Belanda, John Heitinga, pada tahun 2010. Catatan buruk ini menyamai pendahulu Argentina, Pedro Monzon dan Gustavo Dezotti, yang juga diusir keluar lapangan pada final Piala Dunia 1990 melawan Jerman Barat.

Mantan wasit internasional sekaligus analis arbitrase untuk SER dan AS, Iturralde Gonzalez, memberikan pandangannya mengenai insiden pelanggaran yang dilakukan oleh Fernandez tersebut.

"Es amarilla, llega tarde, le pega con la rodilla. Está bien expulsado porque es la segunda" ujar Iturralde Gonzalez.

Selain kartu merah Fernandez, laga ini juga diwarnai kontroversi lain saat gol Nico Williams di babak perpanjangan waktu dianulir oleh Vincic karena dianggap ada pelanggaran sebelumnya, yang dinilai Iturralde tidak pernah terjadi.

"No hay nada" kata Iturralde Gonzalez.

Iturralde juga menyoroti kegagalan VAR untuk mengintervensi keputusan tersebut serta keputusan wasit yang tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Leandro Paredes meski berulang kali melakukan pelanggaran keras.

"Hay que saber si pita antes o después. Si pita antes, no puede entrar el VAR" tutur Iturralde Gonzalez.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author